Menkopolhukam: Saya Gembira Dengar Laporan Bawaslu dan KPU, Soal Apa?

Mahfud MD
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan tidak ada niat membungkam dari pemerintah dalam pemberian Bintang Mahaputera ke Gatot Nurmantyo. (Foto: Kemenko Polhukam).

IDTODAY.CO – Menko Polhukam Mahfud MD mengaku gembira dengan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020 karena sampai saat ini tidak menimbulkan klaster baru Covid 19.

“Saya gembira dengar laporan Bawaslu dan KPU. Ini karena tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Mahfud di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, Minggu (8/11/2020)

Bacaan Lainnya

Ia menjelaskan sebelum Pilkada kembali ditetapkan hari pencoblosan tanggal 9 Desember 2020, terjadi protes agar ditunda karena saat ini sedang terjadi wabah Covid-19. Namun hingga menjelang satu bulan pemungutan suara, proses Pilkada tidak menimbulkan klaster baru Covid.

Menurutnya, sejauh ini, proses dan tahapan Pilkada sudah lebih dari 50 persen. Sisa sebulan masa kritis untuk sisa masa kampanye dan tahap pencoblosan tanggal 9 Desember.

Lebih lanjut, Mahfud MD menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 memang menjadi perhatian besar dari pemerintah. Hal itu karena dilakukan di tengah penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19.

Di samping itu, jumlah daerah yang melaksanakan Pilkada pada saat ini mencapai  309 daerah untuk memilih 270 kepala daerah.

“Kenapa melibatkan 309 kabupaten kota, karena provinsi yang menggelar pemilihan gubernur, juga akan ada kampanye disetiap kabupaten kota di wilayah itu,” urai Mahfud.

Mahfud MD menerangkan, sekitar 741 paslon di seluruh Indonesia akan melakukan kampanye setiap hari dan lebih mengutamakan kampanye secara tatap muka daripada melalui daring.

“Para pimpinan daerah diharapkan secara intensif melakukan komunikasi dan koordinasi untuk membantu penyelenggara Pilkada dalam menerapkan protokol kesehatan selama tahapan pilkada,” pungkas Mahfud.[beritasatu/brz/nu]

Pos terkait