Menkopolhukam Sebut Radikalisme-Hoax Merupakan Ancaman Keutuhan NKRI

  • Whatsapp
Mahfud Md
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, melakukan dialog dan bertemu sejumlah tokoh agama, ormas dan pimpinan Pondok Pesantren di Gedung Pracimasono, komplek Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu(14/7/2020). Dalam kesempatan itu, Mahfud MD menampung berbagai aspirasi sejumlah tokoh, menguatkan komitmen, menjaga keutuhan negara. (Foto: istimewa)

IDTODAY.CO – Menko Polhukam Mahfud Md berbicara soal tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia.  Mahfud mengatakan bahwa radikalisme, menguatnya politik identitas, berkembangnya ujaran kebencian dan hoax merupakan ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mahfud menyampaikan hal itu, dalam sambutannya pada acara focus group discussion (FGD) tentang ‘Penanganan Ormas Radikal’ yang diselenggarakan oleh Kedeputian I Bidang Koordinasi Politik dalam Negeri (Poldagri) Kemenko Polhukam di Jakarta, Selasa (29/9/202). Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Direktur Keamanan Negara Baintelkam Polri Umar Effendi, Cendekiawan Muslim dan guru besar UIN Syarief Hidayatullah Prof Azyumardi Azra, dan guru besar UI Prof Topo Santoso.

Baca Juga:  Nasdem: Belum Ada Pembicaraan Reshuffle, Yang Ada Hanya Kasak-kusuk

Bacaan Lainnya

“Seiring dengan perjalanan bangsa, tentu saja kita semua menghadapi berbagai tantangan dan ancaman terhadap keutuhan NKRI, di antaranya ancaman radikalisme, menguatnya politik identitas, berkembangnya ujaran kebencian dan hoax, serta ancaman-ancaman lain yang apabila tidak ditangani akan dapat mengancam keutuhan NKRI,” kata Mahfud. sebagaimana dikutip dari detik.com (29/09/2020).

Menurut Mahfud, Pancasila selama ini sebagai ideologi negara telah mampu menjadi instrumen pemersatu bangsa. Pancasila dapat merajut kebinekaan di tengah beragam tantangan yang dihadapi Indonesia.

Baca Juga:  Pemerintah Jawab Polemik Gelar Bintang Mahaputera Fahri-Fadli

“Pancasila sebagai ideologi negara telah terbukti mampu menjadi kekuatan pemersatu bangsa yang dapat merajut kebinekaan di tengah berbagai tantangan bangsa,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan perkara mudah. Terlebih tidak ada kepastian hukum bagi setiap kelompok ormas dan individu yang menyebarkan paham radikalisme.

“Tugas menjaga keutuhan bangsa adalah tugas yang berat seiring dengan makin kompleksnya tantangan yang dihadapi apalagi dihadapkan dengan tidak adanya kepastian tindakan hukum oleh aparat keamanan bagi individu atau ormas yang menyebarkan paham-paham radikalisme,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mahfud mengajak kepada seluruh masyarakat agar mengabdi dan menjaga stabilitas bangsa Indonesia. Dalam mewujudkan keamanan dan penegakan hukum yang berkualitas.

Baca Juga:  Di Tengah Wacana New Normal, Pasien Positif Corona Bertambah 687 Kasus

“Saya mengajak saudara-saudara yang hadir dalam acara FGD ini untuk lebih aktif dan lebih giat lagi dalam mengabdi bagi tegaknya NKRI dengan mendukung upaya-upaya untuk mewujudkan stabilitas keamanan dan penegakan hukum guna mendukung pembangunan Indonesia yang semakin berkualitas ke depan,” imbuhnya.

“Saya yakin melalui semangat kebersamaan, persatuan, dan kesatuan, serta saling bersinergi didukung dengan kerja keras, kita semua akan mampu membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,” tandasnya.[detik/aks/nu]

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.