Nadiem Makarim Siapkan Anggaran Rp 1,175 T untuk Digitalisasi Sekolah pada 2021

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim dalam rapat dengan pejabat di Kemendikbud, 5 November 2019. (Foto: kemdikbud.go.id)

IDTODAY.CO – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan bahwa pada tahun depan program digitalisasi sekolah akan menjadi prioritas utama.

Pernyataan tersebut disampaikan Nadiem dalam Cerita di Kemenkeu Mengajar 5 yang dikutip dari akun Youtube Kemendikbud, Rabu (28/10/2020).

Bacaan Lainnya

“Jadi tahun depan digitalisasi sekolah akan menjadi tema utama,” kata Nadiem Makarim sebagaimana dikutip dari Kompas TV (29/10).

Terkait digitalisasi sekolah, Nadiem menerangkan, wacana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pembelajaran secara digital seperti dilakukan selama pandemi.

“(Sebagai) persiapan, semua sekolah mempunyai gawai, yaitu laptop untuk bisa mengerjakan baik PJJ atau digitalisasi sekolah untuk dapat pelatihan terbaik, kurikulum online, dan lain-lain,” urai Nadiem.

Nadiem mengatakan, rencana digitalisasi sekolah tersebut akan menjadi langkah antisipasi jika pandemi Covid-19 masih akan berlanjut.

“Jadi kita harus antisipasi hal-hal, jangan mengira bahwa tiba-tiba saja akan hilang,” ujar Nadiem

“Kita doakan pandemi akan berlalu, tapi kami harus siap. Itu adalah filsafat kita di Kemendikbud.” Imbuhnya

Terkait hal tersebut, pendiri aplikasi gojek tersebut menegaskan akan menganggarkan sebesar Rp 1,175 triliun untuk penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) digitalisasi sekolah.

Yakni, sebagai pengadaan unit laptop bagi guru dan siswa menghadapi uji asesmen kompetensi yang direncanakan Kemendikbud berlangsung tahun depan.

“Laptop-laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga untuk memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak,” urai Nadiem.

Sementara itu, bantuan kuota internet yang sedang diberikan kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring diklaim sebagai kebijakan yang mendapat sambutan positif dari masyarakat pada pandemi Covid-19.

“Kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial berupa internet gratis diberikan ke puluhan juta orang dalam waktu kurang lebih sebulan,” kata Nadiem.

lebih lanjut, Nadiem Makarim mengatakan sedang merencanakan untuk membuat dompet digital siswa dan mempermudah distribusi bansos.[kompas/brz/nu]

Pos terkait