OJK Sebut Asuransi Tak Mungkin Default Andai Dikelola dengan Benar

OJK Sebut Asuransi Tak Mungkin Default Andai Dikelola dengan Benar
Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. [Foto: Suara.com/Adhitya Himawan]

IDTODAY.CO – Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Industri Keuangan Non Bank M. Ichsanudin mengatakan bahwa perusahaan asuransi tidak akan mengalami gagal bayar alias default bila dikelola secara hati-hati.

“Kalau perusahaan selalu berpedoman terhadap aturan dan dari sisi investasi dikelola secara benar dan hati-hari, maka perusahaan asuransi tak akan default meskipun klaim jatuh tempo,” ujar Ichsanudin dalam Diskusi Adaptasi dan Transformasi Industri Asuransi sebagai rangkaian CNBC Indonesia Award: The Best Insurance, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (27/10/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, OJK tidak hanya mengawasi perusahaan asuransi dari sisi laporan keuangan, tetapi juga mengawasi produk-produk yang dikeluarkan. “Artinya dalam menjual suatu produk rata-rata hasil investasi match atau tidak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ichsanudin menegaskan proyeksi imbal hasil yang masuk akal harus diberikan produk asuransi kepada nasabah.

 “Katakan hasil investasi 6%. jikalau mau memberikan garansi jangan di atas 6%, karena ada biaya akuisisi, komisi dan lain-lain. Kalau kita rata-rata investasi dapat 6%, yang bergaransi itu sekitar 3% bahkan 2%,” terangnya.[cnbc/brz/nu]

Pos terkait