Pakar UI: Ketahanan Sosial Masyarakat Jauh Lebih Besar Nilainya Dibandingkan Uang Pemerintah

epidemiologi
Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan, sudah saatnya pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Nasional.(Foto: YouTube KOMPASTV)

IDTODAY.CO – Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyoroti jumlah pasien Corona di Indonesia yang terus meningkat setiap harinya.

Terkait hal tersebut, Pandu memperkirakan puncak infeksi cupid 19 masih di pertengahan 2021 tingkat penularan hingga awal 2022.

Bacaan Lainnya

Prediksi tersebut didasarkan pada tingkat penanganan covid 19 yang masih rendah. Berdasarkan data kurva penyebaran sejak awal bulan Maret lalu, belum ada tanda-tanda kurva Corona akan melandai.

Pernyataan tersebut disampaikan Pandu dalam diskusi daring Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi COVID-19, Sabtu (22/8/2020), sebagaimana dikutip dari detik.com (1/9/2020).

“Kecepatan penularan dilihat bertahap, dari beta statistik percepatan transmisi, wow kaget. Kalau tidak melakukan penanganan secara serius, kemungkinan akan terus sampai 2021, pertengahan atau awal semester pertama baru sampai puncaknya,” urainya.

lebih lanjut, Pandu memprediksi kemungkinan peningkatan kasus positif hingga 60 ribu per hari apabila pemerintah tidak kunjung melakukan penanganan secara serius.  

atas dasar itulah kami Pandu mendesak pemerintah untuk lebih maksimal dalam upaya penanggulangan covid-19. menurutnya, tidak perlu dikhawatirkan terjadinya gelombang ke-2 apabila tetap fokus dalam upaya penanggulangan virus ganas tersebut sejak saat ini.

“Banyak pemimpin menyebut waspada gelombang dua, padahal gelombang pertama saja belum selesai,” imbuhnya.

Kemudian Pandu menyarankan pemerintah melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas demi efektivitas pengendalian ketimbang mengucurkan dana bombastis yang tujuannya tidak terukur.

“Lebih efektif kalau PSBB berbasis komunitas karena kekuatan kita ada di komunitas. Ketahanan sosial masyarakat jauh lebih besar nilainya dibandingkan uang pemerintah,” tandasnya

Untuk diketahui, pada Jumat (28/8/2020) lalu, kasus positif virus Corona harian kembali memecahkan rekor baru, yakni bertambah 3.003 orang dalam 24 jam.[detik/brz/nu]

Pos terkait