Pembuat Kartun Nabi Muhammad Tewas, Refly Harun Nyindir: Sampai Jumpa di Akhirat!

Refly Harun
Refly Harun /Sindonews

IDTODAY.CO – Lars Vilks yang diketahui sebagai pembuat kartun Nabi Muhammad tewas akibat kecelakaan mobil.

Nama Lars Vilks lantas menjadj bulan-bulanan warganet, banyak yang bergembira atas kejadian tersebut.

Melansir Isu Bogor, Selasa, 4 Oktober 2021, Vilks merupakan kartunis pembuat kartun Nabi Muhammad yang karyanya kontroversial pada tahun 2007. Bahkan, muncul ancaman pembunuhan.

“Ini diselidiki sama seperti kecelakaan di jalanan lainnya. Karena dua polisi terlibat, penyelidikan ditugaskan ke bagian khusus pada kantor jaksa,” ujar juru bicara kepolisian Swedia dikutip dari AFP, Senin 4 Oktober 2021.

Baca Juga:  Sindir Penangkapan Deklarator KAMI, Din: Polri Mestinya Tangkap Perusak, Bukan Intelektual Kritis

Refly harun menyindir

Pakar hukum tata negara, Refly Harun juga tak ketinggalan dalam menanggapi kematian kartunis tersebut.

“Kalau mengingat kata-kata Azis Yanuar ‘sampai jumpa di pengadilan akherat’,” ucap Refly di kanal YouTube Refly Harun.

Refly mengatakan, meskipun di negara barat menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, tetapi di balik kebebasan tersebut harus ada etika yang harus dimengerti dan dijunjung tinggi.

Baca Juga:  Soal Rencana PA 212 Dkk Akan Gelar Demo Tolak Omnibus Law Besok, PDIP: Mohon Dipikirkan Banyak Mana Manfaat Apa Mudharatnya

“Tapi pembatasan itu pembatasan justified, semata-mata untuk menjaga ketertiban masyarkat dalam sebuah msayarakat berbudaya dan bermartabat,” ujar Refly menambahkan.

Menurut Refly Harun, pembatasan yang dimaksud bukan seperti membatasai untuk mengkritik pejabat pemerintahan seperti presiden.

“Enggak begitu. Pembahasan itu adalah salah satu satuya menghormati agama orang lain,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap orang haruslah bisa mengerti dengan keadaan agama lain.

Baca Juga:  Soal Kerumunan di CFD, Menko PMK Minta Evaluasi Kendala Pelaksanaan Protokol Kesehatan

“Kita juga harus adil pada pemeluk lain, karena sesungguhnya tidak ada paksaan di dalam agama,” sambung dia.

Sumber: terkini.id