Rentan Terpapar Politik Uang, Bawaslu: Harus Lebih Peduli pada Generasi Muda

Rentan Terpapar Politik Uang, Bawaslu: Harus Lebih Peduli pada Generasi Muda
Anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo di Hotel Pullman, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat, Kamis (28/11/2019). (Foto: Dian Erika/KOMPAS.com)

IDTODAY.CO – Pemilih pemula atau generasi muda menjadi kelompok pemilih yang rentan menjadi sasaran politik uang selama Pilkada serentak 2020.

Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Tahapan Pilkada yang digelar di Kota Solok Tahun 2020 dengan mengundang para pelajar antar SLTA se-Kota Solok, kemarin.

“Dalam beberapa riset menunjukkan salah satu kelompok rentan sasaran politik uang adalah kelompok pemilih pemula,” ujarnya sebagaimana dikutip dari Indopolitika.com (15/11)

Baca Juga:  Politisi Demokrat: Anies Baswedan Pemimpin Yang Merajut Tenun Kebangsaan, Bukan yang Merobek Untuk Kekuasaan

Menurut Dewi, salah satu penyebab pemilih pemula menjadi sasaran politik uang adalah kurangnya pemahaman terhadap pendidikan politik sejak dini.

“Tentu bernilai menjadi sebuah upaya untuk memberikan pendidikan politik kepada generasi muda, agar mereka sejak dini memahami hakikat dari demokrasi dan bisa membentuk karakter pemilih yang baik,” ujarnya dinukil dari laman bawaslu.go.id.

Lebih lanjut, Dewi menegaskan, cara mengantisipasi politik uang, pihaknya harus terus menerus mensosialisasikan khususnya kepada pemilih pemula dengan bekal pemahaman akan bahaya politik uang.

Baca Juga:  Kepala Staf Kepresidenan Bicara Soal Penanganan Corona: Kalau Tak Terkontrol dengan Baik, Bisa Naik Lagi

“Dalam kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak dalam mendorong generasi muda untuk peduli terhadap bahaya politik uang pada generasi muda,” urainya

Koordinator Divisi Penindakan ini juga mengatakan dalam proses sosialisasi ini diharapkan menjadi tolak ukur kepada seluruh kelompok masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang diharapkan untuk lima tahun kedepan.

“Sehingga kedepan diharapan ada perubahan yang terjadi di dalam pelaksanaan pemilihan, yang tentu akan mempengaruhi kualitas pemimpin dan proses penyelenggaraan Pilkada kedepan,” ujarnya

Baca Juga:  Terawan Puji Strategi COVID-19 Wali Kota Risma: Seperti Operasi Militer

Dewi juga menanamkan pemahaman terkait bahaya politik uang. Menurutnya, kualitas penyelenggaraan pemilu sangat ditentukan oleh politik kotor tersebut.

Karenanya, Dewi menyerukan kepada semua jajarannya untuk selalu bekerja secara profesional, menjaga integritas, terus belajar, selalu mengawasi proses dengan tetap menjaga dan menjalankan protokol covid-19.[indopolitika/brz/nu]