RI Kerjasama dengan Korsel- Prancis demi Penuhi Kebutuhan 340 Juta Vaksin Covid-19

Foto: Konfrensi Pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait Stimulus Ekonomi pada Rabu (01/04) (Youtube Kementerian Keuangan)(Cnbcindonesia.com)
Foto: Konfrensi Pers Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto terkait Stimulus Ekonomi pada Rabu (01/04) (Youtube Kementerian Keuangan)(Cnbcindonesia.com)

IDTODAY.CO – Indonesia butuh vaksin Corona (COVID-19) sejumlah 340 juta ampul. Jumlah tersebut untuk 170 juta jiwa dengan asumsi setiap orang mendapat dua ampul. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Kebutuhan vaksin COVID-19 apabila ada 170 juta masyarakat, maka butuh minimal terkena dua kali shot (suntik), maka butuh 340 juta vaksin,” kata Airlangga melalui telekonferensi, Selasa (9/6/2020) malam. Seperti dikutip dari detik.com (10/06/2020).

Baca Juga:  Elite PDIP Tuding KAMI Cari-cari Masalah, KAMI Ungkit Utang Negara Hingga Ibu Kota Baru

Ia juga mengatakan bahwa pengadaan vaksin COVID-19 di dunia dilakukan melalui relaksasi intellectual property rights yaitu negara yang sudah menemukan, dapat berbagi dengan dengan negara lain.

“Jadi siapa yang menemukan terlebih dahulu bisa sharing dengan negara lain sehingga bisa melakukan co-production,” sebutnya.

Adapun dalam upaya menemukan dan memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 untuk Indonesia yaitu dilakukan melalui kerja sama antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan beberapa perusahaan di Korea Selatan, dan perusahaan di negara dengan penduduk lebih sedikit dari Indonesia seperti Prancis dan Denmark.

Baca Juga:  Kondisi Terkini Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Membaik

“Bapak Presiden sudah mengatakan bahwa kita mengutamakan kerja sama dengan penduduk relatif lebih kecil dari kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan bahwa kerja sama tidak mungkin dilakukan dengan negara berpenduduk lebih banyak dari Indonesia karena mereka pasti akan mementingkan negaranya masing-masing.

“Contoh India atau China, mereka punya demand lebih dari 1 miliar dan otomatis mereka akan mementingkan negaranya masing-masing. Oleh karena itu negara seperti Korea, Prancis dan Denmark jadi mitra ideal Indonesia sehingga mereka membutuhkan pasar besar sehingga kita bisa melakukan co-production,” imbuhnya.[Aks]

Baca Juga:  Dianggap Blunder, MUI Ingatkan Mahfud MD : Hati-Hati, Anda Bicara Tapi Belum Paham Agama.