Rizal Ramli: Ada yang Tolak UU Ciptaker Karena Prosesnya, Tapi Setuju Isinya, Jadi Kelihatan Warna Aslinya

Rizal Ramli
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (Foto: TRIBUN / DANY PERMANA)

IDTODAY.CO – Ekonom senior Rizal Ramli mengungkapkan ada orang atau kelompok yang menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) bukan karena isinya tapi prosesnya.

”Ada yang tidak setuju UU Omni-Cilaka karena prosesnya banyak pat-gulipat, tapi setuju dengan roh dan isinya,” kata Rizal di akun Twitternya, Sabtu (17/10). Sebagaimana dikutip dari FAJAR.CO.ID (17/10/2020).

Bacaan Lainnya

Padahal menurut Rizal Ramli, baik isi maupun prosedur pembuatan UU Ciptakerja sudah banyak yang salah.

“Padahal UU itu akan semakin memperkaya oligarki, dengan menindas buruh & abaikan hak-hak adat dan lingkungan hidup,” ungkapnya.

Ia pun menyindir kelompok tersebut. Menurutnya keberpihakan mereka sudah kentara dari cara menolak UU Ciptaker tersebut.

“Jadi kelihatan warna aslinya deh berpihak kemana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Rizal Ramli mengaku kaget atas pernyataan dari Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo yang justru memuji Omnibus Law Cipta kerja.

Rizal Ramli kaget lantaran apa yang disampaikan Gatot Nurmantyo berbeda dengan apa yang selama ini disampaikan sejumlah aktivis KAMI tentang UU Ciptaker.

Pasalnya, dalam video di akun YouTube milik pakar hukum tata negara Refly Harun, Kamis (15/10), mantan panglima TNI itu tegas menyebut tujuan UU Ciptaker mulia.

Gatot juga menyebut bahwa UU sapu jagat itu akan mendatangkan investasi dan membuat roda ekonomi berputar.

Menurut Rizal Ramli, apa yang disampaikan Gatot Nurmantyo sudah mirip dengan kapasitas seorang jurubicara.

“Lha kok sudah jadi jubir?” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Jumat (16/10)

Rizal Ramli menambahkan, seharusnya, Gatot Nurmantyo saat ini fokus pada pembebasan para tokoh KAMI yang ditangkapi, seperti Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat.

“Piye toh? Bukannya keluarin Syahganda, loyalis situ?” sindirnya.[fajar/aks/nu]

Pos terkait