Sama-sama Langgar PSBB, Tapi Perlakuan Terhadap Ketua MPR Dan Habib Bahar Diskriminatif

  • Whatsapp
M. Rizqi Azmi
Direktur Legal Culture Institute (LeCI), M. Rizqi Azmi

Persamaan setiap orang di muka hukum atau equality before the law sepertinya tidak berlaku pada dua kasus pelanggaran PSBB yang dilakukan Ketua MPR Bambang Soesatyo dan penceramah Habib Bahar bin Smith.

Sama-sama tidak mengindahkan anjuran social distancing, Ketua MPR cukup meminta maaf, sementara Habib Bahar harus mendekam di penjara.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Haris Rusly Moti: Radikalisme Bukan Soal Milenial Atau Manula

“Ini namanya diskriminatif. Hukum kita masih tumpul ke atas, tajam ke bawah,” kata Direktur Legal Culture Institute (LeCI), M. Rizqi Azmi kepada redaksi, Rabu (20/5).

Kalau alasannya melanggar PSBB, lanjut Rizqi Azmi, penegak hukum tidak bisa langsung menangkap Habib Bahar.

Menurutnya, ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui sebelum seseorang dipidana, terlebih ini adalah pelanggaran PSBB.

“Apakah sudah diperingatkan, dan dilakukan secara persuasif?” ucap Rizqi Azmi.

Baca Juga:  Ada Nama Mantan Anggota DPRD Masuk Daftar Penerima Bansos di Jambi

Pada sisi lain, Rizqi Azmi menambahkan, sejak awal pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi virus corona baru (Covid-19), kurang tepat. Yaitu, menggunakan pendekatan keamanan.

Di banyak negara, dalam melawan Covid-19, pendekatan yang dilakukan adalah kesehatan, bukan keamanan. Hal itu tercermin dari gugus tugas dipimpin oleh pejabat kesehatan.

Sumber: rmol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.