Saran dari Relawan Kesehatan Indonesia Untuk Menteri Nadiem Makarim Soal Pendidikan Saat Pandemi

  • Whatsapp
Nadiem Makarim
Nadiem Makarim (Inews TV)

Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim untuk memulai tahun ajaran baru di sekolah dalam waktu dekat mendapat kritik tajam dari Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan).

Kelompok relawan yang aktif melakukan advokasi publik di bidang kesehatan itu menilai, kebijakan Kemdikbud untuk memulai tahun ajaran baru pada pertengahan tahun 2020 berpotensi membahayakan keselamatan anak.

Pembukaan sekolah, meskipun disertai protokol new normal, berpotemsi membawa risiko penularan Covid-19 secara masif.

“Nadiem harus mengambil pelajaran dari Perancis atau Finlandia. Sehari setelah sekolah-sekolah di sana dibuka, anak-anak banyak yang terpapar Covid-19,” kata Ketua Umum Rekan, Agung Nugroho dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5).

Menurut Agung, kalangan pegiat advokasi kesehatan mencemaskan data korban Covid-19 di kalangan anak. Data itu dinilai kurang mendapatkan perhatian serius dari Kemdikbud.

Baca Juga:  Bela Puan Maharani, Sekjen DPR Beri Penjelasan Terkait Polemik Mikrofon FPD

Padahal, data tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan, apakah otoritas pendidikan perlu membuka tahun ajaran baru dalam waktu dekat atau menundanya hingga beberapa bulan ke depan.

Data yang bersumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan, hingga 18 Mei lalu terdapat 14 orang anak Indonesia yang meninggal akibat terjangkit virus Covid-19.

Jumlah korban meninggal dengan status PDP bahkan jauh lebih tinggi: 129 anak. Di samping itu, 3.324 anak telah menjadi pasien dalam pengawasan (PDP) dan 584 lainnya dalam berada status positif Covid-19.

Jumlah korban Covid-19 di kalangan anak masih bisa bertambah, mengingat dalam seminggu terakhir terjadi lonjakan kasus di beberapa wilayah di Indonesia.

Baca Juga:  Jumlah Dokter yang Meninggal di Medan Karena Covid-19 Mencapai 13, Orang, Kini Banyak yang Tak Praktik

“Data yang mengejutkan tersebut tak pernah dibicarakan oleh pemerintah. Kemudian, muncul rencana pembukaan tahun ajaran baru. Kemdikbud tidak sensitif. Seharusnya Nadiem tunda dulu (tahun ajaran baru) itu,” ujarnya.

Agung menganggap, penundaan tahun ajaran baru adalah langkah yang tepat untuk melindungi anak-anak Indonesia dari kemungkinan terjangkiti Covid-19.

Hal tersebut juga menghindarkan penyebaran virus corona lebih lanjut kepada keluarga siswa dan masyarakat sekitar sekolah.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggalang demonstrasi menolak rencana pembukaan tahun ajaran baru di Kemdikbud,” tandasnya.

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.