Sebut Perbedaan Bisa Berpotensi Konflik, Mendagri: Perlu di-Manage, Jangan Sampai Pecah!

Tito Karnavian
Tito Karnavian (Foto: monitor.co.id)

IDTODAY.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa termasuk salah satu keniscayaan bangsa Indonesia adalah keanekaragaman. Karenanya, sebagai identitas bangsa Indonesia, keberagaman tersebut harus dihormati dan dijaga baik-baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito karnavian dalam acara peluncuran buku bertema “Pemeliharaan Politik dan Keamanan di Negara yang Majemuk Dalam Konteks Kerukunan Antar Umat Beragama” di Jakarta, Senin (17/8/2020).

“Keberagaman itu adalah keniscayaan untuk bangsa Indonesia ini. Kita harus duduk bersama baik muslim maupun non-muslim,” kata Tito sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com  (18/8/2020).

Baca Juga:  Jokowi Batalkan Haji dan Maksa Laksanakan Pilkada Saat Pandemi, Demi Pilkada Solo?

Mantan Kapolri tersebut melepaskan perlu adanya narasi moderat dalam setiap gerakan keagamaan untuk menangkal doktrin takfiri antara gaung kan orang-orang tak bertanggung jawab.

Melalui buku yang diterbitkan saat itu, Tito menegaskan masyarakat dapat mengambil pemahaman dan pencerahan secara proporsional dari perspektif yang benar.

 “Saya kira untuk menjadi narasi yang bisa meng-encounter atau mencerahkan, baik bagi yang masih awam tentang jihad maupun mereka yang sudah terpengaruh terekspos pemahaman narasi yang membolehkan mereka melakukan qital kekerasan,” ucap Tito.

Tito menegaskan, agama diciptakan oleh Tuhan untuk mengarahkan manusia ke arah yang lebih baik.

Baca Juga:  Safari ke Medan, Zulhas Kunjungi Istana Maimun dan Diagendakan Bertemu Bobby Nasution

“Agama dibangun untuk membuat nilai-nilai atau norma-norma yang konstruktif. Kekuatan agama dapat menjadi kekuatan yang sangat dahsyat dan bisa menghancurkan. Atas nama agama orang bisa membunuh dan menghancurkan yang lain. Daya hancurnya lebih berat dibanding separatisme, gerakan nasionalisme, kesukuan dan lain-lain, karena menganggap agama sebagai mandat dari Tuhan,” terangnya.

Menurut Tito, buku yang diterbitkan tersebut berisi tentang fenomena yang marak terjadi di Indonesia terkait masalah keragaman suku ras agama budaya dan bahasa yang membuat Indonesia menjadi negara multi dari berbagai sektor. Tito menegaskan butuh pemahaman manajemen konflik yang mumpuni untuk mengatasi semua persoalan yang dihadapi Indonesia.

Baca Juga:  Disnakertrans Beberkan Sertifikat Keahlian TKA China Yang Tiba di Sultra

“Saya kira tidak perlu tekankan ulang bagaimana keberagamannya, yang jelas salah satu negara yang paling beragam di dunia dan para founding fathers kita sudah memahami betul keberagaman ini adalah kekayaan. Tapi di dalam management conflict setiap perbedaan itu merupakan potensi konflik ini perlu di-manage supaya tidak menjadi pecah menjadi konflik kekerasan,” tandas Tito.[beritasatu/brz/nu]