Sindir Pengunjuk Rasa, Luhut: Ini Birahi-Birahi Politik Yang Tidak Paham

Luhut
Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Humas Kemenko Marves)

IDTODAY.CO – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia masih cukup tertinggal dalam adaptasi revolusi industri 4.0.

Kondisi tersebut masih diperparah dengan sikap masyarakat yang melakukan demo di tengah pandemi Covid-19. 

Bacaan Lainnya

“Sekarang saya masuk pada Indonesia 4.0. Revolusi industri dalam peradaban manusia kalau kita lihat itu akhir abad 18, 20, awal tahun 70 dan saat ini. Nah ini memang berkembang semua teknologi ini. AI, IoT, Advanced Robotics, dan terus. Ini juga berkembang terus teknologi ini,” kata Luhut dalam acara Indy Fest 2020: Energi Untuk Negeri yang berlangsung secara virtual, Senin (19/10/2020).

“Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dalam adaptasi industri 4.0. Kalau anda lihat kita ini nomor dua dari bawah. Ini planning phase jauh dibandingkan Jerman, AS, Inggris, maupun Tiongkok. Jadi ini sekarang yang menjadi upaya kita untuk ngejar. Kita nggak bisa berhenti begini, tapi memang kita sendiri harus kompak,” sambungnya.

Lebih lanjut, Eks Kepala Kantor Staf Presiden itu menyinggung kebiasaan orang Indonesia yang cenderung menghabiskan energi dengan membicarakan hal yang tidak penting.

“Padahal semua berjalan baik. Karena ini birahi-birahi politik yang tidak paham. Jadi yang membuat itupun menurut saya juga nggak jelas juga ini orang. Lagi keadaan susah begini masih demo-demo lagi,” urai Luhut.

Saat sesi tanya jawab, Luhut kemudian menegaskan bahwa keinginan masyarakat menjadi kunci untuk mencapai target terkait revolusi industri 4.0. Atas dasar itulah, energi masyarakat mestinya dihabiskan untuk hal-hal yang berguna.

“Banyak saya lihat bicara yang nggak perlu-perlu. Nah sekarang kalau kita fokus, orang semua bicara sudah bagaimana efisiensi, bagaimana profesionalisme, bagaimana kualitas pendidikan,” ucapnya.

“Orang bicara itu. Kita masih bicara perbedaan inilah, perbedaan itulah. Demolah. Nggak tahu yang didemo apanya. Dan repotnya kalau saya beritahu itu, banyak orang mantan pejabat-pejabat pangkatnya tinggi-tinggi mikirnya nggak tahu ke mana tuh. Jadi membuat kita bisa tersendat majunya,” pungkas Luhut.[brz/nu]

Pos terkait