Soal Corona, Gerindra: Nonaktifkan Jokowi dan Kabinetnya Agar Penyebaran Virus Corona Bisa Diatasi Dengan Cepat

Arief Poyuono
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, Foto: Okezone News

IDTODAY.CO – Indonesia terpapar Virus Corona baru (Covid-19), kabar berita menginformasikan sekitar  96 orang positif Corona, bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi turut dinyatakan sebagai salah satu pasien positif corona bersama 95 orang lainnya.

Atas dasar mewawabahnya Covid-19 di kalangan istana tersebut, maka Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyarankan agar untuk sementara pemerintahan di-lockdown.

Bacaan Lainnya

“Caranya menonaktifkan Joko Widodo dan kabinetnya agar penyebaran virus corona bisa diatasi dengan cepat,” tuturnya kepada redaksi, Minggu (15/3). Sebagaimana di kutip dari RMOL.ID (15/03/2020).

Dan untuk sementara pemerintahan di pegang oleh TNI dibantu oleh Polri. Hal ini, menurut Arief, perlu dilakukan karena penyebaran virus corona sudah masuk dalam kategori darurat.

Masih menurut Arief, usulan itu memang terbilang nyeleneh. Tapi negara China sudah lebih dulu melakukannya. Presiden China, Xi Jinping telah melakukan lockdown pemerintahan dengan menugaskan tentara China untuk mengambil alih roda pemerintahan. Proses ini berlangsung hingga kondisi kembali terkendali.

“Hanya TNI dan Polri yang sanggup menjalankan pemerintahan sementara dalam menanggulangi virus corona,” sambungnya.

Oleh karena itu, untuk mengambil langkah-langkah kebijakan lockdown terhadap pengoperasian jalannya pemerintahan untuk sementara agar diserahkan pada TNI dan Polri, maka MPR dan DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat harus segera melakukan sidang. “Sebab TNI dan POLRI merupakan institusi yang anggotanya tidak ikut dalam pemilu sehingga masuk golongan netral,” urainya.

“Dan jika sudah terkendali, maka pemerintahan Joko Widodo-Maruf amin dan kabinetnya di-unlock atau dioperasikan kembali dan dipimpin Joko Widodo,” tutup Arief Poyuono.

Sumber: rmol.id
Editor: Ahmad Kamali

Pos terkait