Soal Kerumunan di CFD, Menko PMK Minta Evaluasi Kendala Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Menko PMK Muhadjir Effendy saat saat mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual di Kantor Kemenko PMK, Senin (1/6). (Foto: Instagram / @muhadjir_effendy)
Menko PMK Muhadjir Effendy saat saat mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual di Kantor Kemenko PMK, Senin (1/6). (Foto: Instagram / @muhadjir_effendy)

IDTODAY.CO – Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pembukaan sektor-sektor tertentu serta kegiatan sudah mulai dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia, dengan ketentuan harus menjalankan protokol kesehatan. Pemerintah pusat mengimbau dilakukannya evaluasi jika ditemukan hal yang tidak tepat.

Muhadjir menyampaikan hal itu, saat ditanya evaluasi pelaksanaan new normal serta adanya masyarakat yang berkerumun saat CFD. Pada awalnya Muhadjir menyampaikan perlunya dilakukan simulasi sebelum dilakukannya pengurangan pembatasan.

Bacaan Lainnya

“Sesuai dengan arahan bapak presiden, sebaiknya kalau akan mulai mengurangi pembatasan terutama untuk sektor-sektor tertentu, itu kan harus ada simulasi-simulasi baru nanti bisa dipastikan kalau semuanya aman terkendali, terutama untuk protokol kesehatan yang khusus, baik yang generik maksud saya, yang generik itu cuci tangan pakai masker menjaga jarak,” kata Muhadjir kepada wartawan seusai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6). Seperti dikutip dari detik.com (22/06/2020).

Muhadjir juga mengatakan, apabila didapati kendala dalam menjalankan protokol kesehatan seperti membludaknya masyarakat di bandara, maka harus segera dievaluasi.

“Presiden selalu menaruh perhatian sangat tinggi adanya pembukaan-pembukaan wilayah tertentu, objek-objek tertentu, kemudian ada tiga hal itu yang kurang berjalan dengan baik. Karena itu… tetapi kan begini, biasanya memang kalau 1-2 kali tahap pertama itu kan pasti ada hal-hal yang terjadi yang di luar perhitungan, seperti waktu kita membuka bandara misalnya, 1-2 hari terjadi apakah terjadi anomali, tapi setelah itu sudah bisa kita evaluasi,” kata Muhadjir.

Oleh karena itu, Muhadjir meminta kepada semua pihak yang menyetujui pembukaan pada sektor dan kegiatan tertentu untuk melakukan evaluasi jika ditemukan kendala. Harapannya, sektor-sektor tertentu dan kegiatan yang dimaksud disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Saya mengimbau kepada semua saja yang telah menyetujui adanya pembukaan untuk sektor kegiatan tertentu supaya kalau ada yang tidak tepat atau yang kurang beres segera diadakan evaluasi dan untuk tahap berikutnya supaya dilaksanakan sesuai dengan protokol yang sudah ada,” ucapnya.[Aks]

Pos terkait