Soal Pilkada Ditengah Pandemi, PAN: Paritisipasi Pemilih Akan Rendah

PAN
Sekjen PAN Eddy Soeparno (Foto: Ibnu Hariyanto/detikcom)

IDTODAY.CO – Pemerintah bersama DPR, KPU, Bawaslu, dan DKPP telah memutuskan Pilkada 2020 tetap digelar pada 9 Desember. PAN menyoroti adanya potensi risiko non-medis dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di masa pandemi Corona.

PAN menilai pada pilkada mendatang partisipasi masyarakat akan rendah.

Bacaan Lainnya

“Ya memang ada kemungkinan bahwa partisipasi masyarakat akan rendah. Itu salah satu antisipasi dari pelaksanaan Pilkada di tengah-tengah pandemi COVID-19,” kata Sekjen PAN Eddy dalam dalam diskusi virtual Pemuda Muhammadiyah yang bertajuk ‘Corona dan Benang Kusut Pilkada’, Sabtu (10/10). Sebagaimana dikutip dari detik.com (10/10/2020).

Eddy mengatakan bahwa adanya keterbatasan ruang gerak dan larangan keramaian dalam Pilkada tahun ini akan berpengaruh terhadap partisipasi publik. Karena pasangan calon tidak bisa mengumpulkan masyarakat saat kampanye sebagai wadah sosialisasi publik.

“Memang pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi ini berisiko, yang non-kesehatan, non-medis, di antaranya adanya sosialisasi yang tidak optimal, karena memang ada keterbatasan pergerakan daripada pasangan calon maupun tim pemenangan mereka,” ujar Eddy.

“Juga mengenai risiko partisipasi masyarakat karena tidak ada hingar bingar, tidak ada keramaian terkait Pilkada ini dalam hal sosialisasi,” imbuhnya.

Kemudian ia mencontohkan pelaksanaan pilkada di Perancis. Ia menyebutkan, partisipasi pemilih saat masa pandemi di negara tersebut juga menurun.

“Di Prancis juga ada penurunan partisipasi Pilkada, ini adalah hal-hal yang perlu kita sampaikan terkait Pilkada ini,” ucap Eddy.

Akan tetapi Eddy mengatakan bahwa pilkada ditengah pandemi dapat menjadi momentum baru bagi peserta pilkada. Sebab para peserta dituntut untuk menghadirkan ide kreatif guna mensosialisasikan para pasangan calon ke publik.

“Tetapi di lain pihak, bahwa Pilkada ini sebuah momentum besar dan baik cara kita menghadirkan sosialisasi terhadap kandidat kita dengan cara yang menarik dan cerdas dan berkualitas, misalnya secara daring itu, dan dikemas secara sangat apa, kreatif, maupun dilaksanakan door to door,” ungkap Eddy.

Eddy tidak lagi memperdebatkan masalah urgensi pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. Sebab, menurut Eddy, keputusan tersebut sudah dibuat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Keputusan itu sudah kita buat dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan, ketat dan saya kira ini kunci kesuksesan keberhasilan dari Pilkada kita yang akan kita laksanakan tanggal 9 Desember itu,” ucap Eddy.[detik/aks/nu]

Pos terkait