Soal RUU Minol, MUI: Berbahaya, Pemerintah Wajib Lindungi Masyarakat dari Miras
Ilustrasi minuman beralkohol. (Foto: Pixabay)

Soal RUU Minol, MUI: Berbahaya, Pemerintah Wajib Lindungi Masyarakat dari Miras

IDTODAY.CO – Minuman berakohol atau minuman keras itu tidak baik menurut agama maupun menurut ilmu terutama ilmu kesehatan. Karenanya, langkah DPR yang berencana membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol harus mendapat dukungan.

“Karena tugas pemerintah adalah melindungi rakyatnya dan pemerintah juga sudah tahu bahwa minuman keras itu berbahaya bagi yang mengonsumsinya,” kata Sekertaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abbas di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Okezone.com, Sabtu (14/11/2020).

Anwar menekankan karena itulah baik pemerintah dan DPR tak membuat aturan yang justru membuat rakyatnya jatuh sakit ataupun melanggar aturan ketentuan agama.

“Apalagi kalau kita ingat bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa lihat UUD 1945 Pasal 29 Ayat 1. Oleh karena itu mengkonsumsi miras jelas bertentangan dengan ajaran agama,” imbuhnya.

Demikian juga, Anwar Abbas secara tegas memberikan dukungan terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe memantapkan niat untuk melakukan pelarangan peredaran minuman keras di Bumi Cenderawasih sebagaimana diamanatkan Perda Nomor 15 Tahun 2013.

“Pendekatan beliau menurut saya jelas bukan pendekatan agama tapi adalah pendekatan rasional atau ilmu dan budaya karena beliau tahu minum minuman keras itu berkorelasi dengan produktivitas, kesehatan dan kematian,” tegasnya.

“Beliau melihat gara-gara minuman keras produktivitas rakyatnya menjadi bermasalah sehingga keinginan beliau untuk memajukan provinsinya terkendala oleh budaya dan perilaku sebagian rakyatnya yang tidak mendukung,” demikian Anwar Abbas.[okezone/brz/nu]

Baca Juga:  Soal Ujicoba Vaksin Dari China, Ada Baiknya Presiden Jokowi Dan Menterinya yang Jadi Kelinci Percobaan

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.