Tak Lagi Suka NU Seperti Dulu, Gus Nur Sebut Kesucian NU Sudah Tidak Ada

  • Whatsapp
Gus Nur
Ustadz Sugi Nur Raharja alias Gus Nur: Gus Nur dilaporkan Aliansi Santri Jember yang dikawal Banser terkait pengumpamaan NU sebagai bus umum. /YouTube Refly Harun

IDTODAY.CO – Pendakwah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur menyoroti perubahan NU secara signifikan setelah terlibat “pergaulan” dengan rezim Jokowi. Bahkan, Gus Nur Samapi mengibaratkan NU seperti Bis ini yang sedang menuju Kehancuran karena dihuni orang-orang bobrok.

Padahal, selama ini dia dikenal merupakan warga Nahdatul Ulama (NU) atau Nahdiyin. Meskipun dia mengaku bukan NU struktural, hanya sebagai NU tradisional.

“Setelah rezim ini lahir, tiba-tiba 180 derajat (NU), berubah. Saya ibarat NU sekarang itu seperti bis umum, sopirnya mabuk, kondekturnya teler, dan penumpangnya itu kurang ajar semua. Perokok, nyanyi, buka-buka aurat, dangdutan juga. Jadi kesucian NU yang selama ini saya kenal itu seakan-akan ga ada sekarang ini.” Ucap Gus Nur saat berbincang dengan Refly Harun di chanel YouTube Refly Harun, Fajar.co.id, Ahad (18/10).

Baca Juga:  Akibat Pernyataan 'Hamil di Kolam Renang', Sitti Hikmawatty Dicopot Sebagai Komisioner KPAI

Pria kelahiran Banten 1974 ini mengatakan, sebelum ada rezim Jokowi, hubungan NU dengan dirinya baik. Ke mana-mana, dia selalu dikawal oleh Banser.

“Sebelum ada rezim ini, saya dakwah selalu dikawal banser, saya adem ayam sama NU, ga pernah ada masalah,” ucap Gus Nur.

Gus Nur mengatakan, NU telah disusupi oleh paham liberal dan komunis. Karenanya, dia memilih untuk tidak banyak terlibat dalam NU.

“Bisa jadi kondekturnya Gus Yaqut itu. dan sopirnya KH Aqil Siroj. Nah, penumpangnya liberal, sekuler, PKI ngumpul di situ. Rokok, minum semua campur di situ. Akhirnya saya ga ikut campur di bis itu, akhirnya saya turun lah.” ucapnya.

Baca Juga:  Kompak, NU Dan Muhammadiyah Kecam Presiden Perancis

Lebih lanjut, Gus Nur mengatakan tidak suka dengan banyaknya ulama NU yang terlibat dalam politik praktis.

“Kemudian ada kiyai- kiyai yang selama ini saya hormati, udah keluar masuk Istana, udah main politik, di situ saya berontak. Nah pertanyaannya kenapa berontak? nda tahu lah saya, maka tiba-tiba jadilah saya seperti ini dituduh memusuhi NU, menyerang NU.” tandas Gus Nur.[fajar/brz/nu]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.