Tantang Polri Buktikan Dalang Demo UU Ciptaker, Gatot Nurmantyo: CCTV-nya Ada!

Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ketika ditemui usai Rakernas ke-4 Partai NasDem di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017). (Foto: KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

IDTODAY.CO – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pihak berwajib tidak perlu repot-repot menuduh KAMI sebagai dalang dari kerusuhan dalam demo tolak Omnibus Law UU Cipta kerja.

Gatot meminta pihak kepolisian langsung membuktikan secara gamblang terhadap para pelaku aksi tersebut demi menghindari saling tuduh tanpa ada bukti yang jelas.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Gatot dalam bincang-bincang di akun channel Youtube Refly Harun yang disimak Republika pada Sabtu (17/10).

“Tidak perlu repot-repot tuduh KAMI, ada Badan Intelijen Negara, Polri silahkan cari saja dalangnya. CCTV ada di tempat yang bakar-bakaran,” kata Gatot sebagaimana dikutip dari Republika.co.id (17/10)

Gatot memandang aksi unjuk rasa wajar terjadi karena UU Ciptaker dianggap tak berpihak pada rakyat. Sehingga menurutnya, KAMI tak perlu repot-repot mendalangi massa pengunjuk rasa.

Gatot kemudian menjelaskan terkait keluhan masyarakat minimnya transparansi pembahasan UU Cipta kerja yang menjadi pemicu banyaknya penolakan terhadap undang-undang sapu jagat tersebut.

“Rakyat ini hanya perlu informasi jelas, mahasiswa ini demo sesuai koridor hukum, mereka nanti ketika lulus kerja jadi buruh juga. Harus ada penjelasan secara terbuka,” urai Gatot.

Data menuliskan bahwa kami tidak akan pernah terlibat dalam tindakan anarkis. Menurutnya, kerusuhan hanya akan menambah beban kesengsaraan rakyat.

“Demo anarkis itu ikhtiar merusak masa depan KAMI sendiri. Tidak mungkin KAMI yang berdiri dari gerakan moral, konstitusional (melakukan kerusuhan). Buruh diri kalau kami buat kerusuhan, sudah gitu ekonomi lagi sulit,” tegas Gatot.[republika/brz/nu]

Pos terkait