Terkait Ojol, Gde Siriana: Jangan Tuduh Masyarakat Hoax, Pemerintah-lah Yang Lukai Hati Rakyat

Terkait Ojol, Gde Siriana: Jangan Tuduh Masyarakat Hoax, Pemerintah-lah Yang Lukai Hati Rakyat
Gde Siriana (Foto: rmol.id)

IDTODAY.CO – Direktur Eksekutif Government and Political Studies (GPS) Gde Siriana Yusuf mengaku tidak heran apabila pemerintah segan dan “menjadikan anak emas” terhadap ojek online karena keberadaan nadiem Makarim di barisan pemerintahan Jokowi periode kedua ini.

Perlakuan istimewa itu terlihat jelas pada saat  penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.  Kebijakan Luhut yang dituangkan dalam Permenhub dengan menabrak  Permenkes terkait operasional ojek online ditengarai untuk memberikan keleluasaan kepada driver tersebut.

Bacaan Lainnya

“Dari sisi aturan, Kemenhub keluarkan aturan bolehkan ojol angkut penumpang, aturan yang bertentangan dengan aturan Kemenkes bahwa ojol hanya diperbolehkan angkut barang,” ucap Gde sebagaimana dikutip dari Rmol.id (20/4/2020).

“Secara asas hukum Permenkes ini bersifat khusus (lex specialis) dalam konteks saat wabah Covid-19,” lanjutnya.

Malah, pemerintah terkesan memanjakan para ojek online dengan mendorong Telkomsel dan PT Pertamina untuk memberikan souvenir kepada mereka. Tentu, membuat masyarakat menganggap hal tersebut sebagai suatu keanehan.

“Wajar jika masyarakat berpikir apakah ini karena bos Ojol jadi pembantu presiden?, jangan salahkan masyarakat atau tuduh masyarakat hoax, perilaku keleanlah yang lukai hati masyarakat,” tandas Gde.[Brz]

Pos terkait