Tolak Tudingan Stafsus, Pengamat: Aneh, Malah Orang Lain yang Dipersalahkan!

Tolak Tudingan Stafsus, Pengamat: Aneh, Malah Orang Lain yang Dipersalahkan!
Langkah sejumlah staf khusus (stafsus) milenial presiden tengah menjadi sorotan publik. Dokumen(Foto: SINDOnews)

IDTODAY.CO – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menyoroti data tentang alokasi anggaran kementerian/lembaga yang disuguhkan Staf Khusus Menteri Keuangan, Prastowo Yustinus

Pasalnya, Prastowo menyebut bahwa alokasi anggaran tertinggi adalah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang dipimpin Prabowo Subianto, sebagaimana dijelaskan dalam data tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tertinggi Kemhan RI. Selamat buat Pak Prabowo ya Bung Iwan Sumule,” tutur Prastowo dalam akun Twitter pribadi, sebagaimana dikutip dari RMOL,Kamis (19/11).

Tak ayal, data tersebut dibantah Iwan Sumule. Dia menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan hanya mendapat pagu anggaran sebesar Rp 8 triliun. Sementara data yang diunggah Prastowo sebesar Rp 137,3 triliun.

Kemudian, Iwan Sumule justru menilai ada paradoks yang terjadi. Di mana ada kesalahan strategi dan ketidakmampuan kelola uang negara yang justru dipertontonkan.

“Anehnya lagi, orang lain yang dipersalahkan karena penggunaan uang negara,” tuturnya

 Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, penggunaan uang negara itu berkaitan dengan tata kelola dan strategi. Maksudnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah salah mengelola Indonesia yang berakibat terpuruk dan mengalami resesi ekonomi.

 “Jadi bukan salah Kemenhan ataupun Menhan,” tekannya.

Iwan Sumule kemudian menegaskan, menilai apa yang dilakukan Sri Mulyani dalam memperbaiki ekonomi Indonesia sudah terbalik-balik. Sebab, Presiden Joko Widodo pernah menargetkan bahwa di tahun 2045, gaji  rakyat akan mencapai Rp 27 juta per bulan.

Anehnya, Sri Mulyani justru mengatakan bahwa pencari kerja akan tembus hingga 160 juta orang di tahun 2045.

“Makin aneh. Bung Prastowo, Menkeu masih Sri Mulyani kan? Kok terbalik beneran?” pungkasnya.[rmol/brz/nu]

Pos terkait