WA-an Dengan Napi Koruptor, Mahfud MD Seharusnya Dihukum

  • Whatsapp
WA-an Dengan Napi Koruptor, Mahfud MD Seharusnya Dihukum
Mahafud Md Di Indonesian Lawyers Club (ILC) TV One yang digelar Selasa (7/4) (Foto: swarakyat.com)

IDTODAY.CO – Pernyataan Mahfud MD pada saat diskusi Indonesian Lawyers Club (ILC) TV One yang digelar Selasa  (7/4) malam via video konferensi terkait kiriman WA seorang napi koruptor yang mengadu karena tidak ikut dibebaskan dalam program asimilasi dan integrasi Covid-19.

Cerita Mahfud MD itu mendapat respon negatif dari Direktur Eksekutif Grapesda Kalimantan, Arie Yannur.

Bacaan Lainnya

“Begini saya tadi mendapat WA dari seorang yang di sedang dipenjara, koruptor, karena korupsi. Saya gini Abang, katanya, saya ini sebenarnya,  5 bulan lagi akan keluar  saya berharap bisa keluar lebih cepat ternyata pemerintah tidak setuju. Sedangkan saya ini ndak korupsi katanya,” tutur Mahfud.

Baca Juga:  19.556 Kendaraan Hendak Mudik Dari Jakarta Digagalkan Polisi

Arie Yannur menyoroti media komunikasi yang digunakan napi koruptor tersebut. Arie mempertanyakan bagaimana mungkin seorang yang sedang dipenjara bisa membawa HP dan berhubungan langsung dengan menkopolhukam.

“Ini fakta, kok bisa seorang yang di penjara membawa HP bahkan komunikasi via WA dengan Menkopolhukam,” cuit Arie Yannur melalui akun Twitter pribadi @ArieY_Official, Arie Yannur sebagaimana dikutip dari Indonews.id (9/4/2020).

Padahal, Permenkumham 6/2013 tentang Tatib Lapas dan Rutan mengatur dengan tegas melarang napi membawa alat elektronik. Pasal 4 huruf j Permenkumham 6/2013 yang berbunyi, setiap narapidana atau tahanan dilarang memiliki, membawa dan/atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, alat perekam, telepon genggam, pager, dan sejenisnya.

Baca Juga:  Penambahan Kasus Baru Di Jatim Lampau DKI, Rumah Orang Tua Mahfud MD Di Pamekasan Ditutup

Arie berpendapat bahwa napi koruptor tersebut harus mendapat tambahan hukuman karena sudah melanggar permenkumham. Namun, Arie menambahkan, Mahfud MD mestinya juga dihukum karena telah membiarkan nabi tersebut melakukan pelanggaran atas sepengetahuan Mahfud.

Arie Yannur menganggap aneh kejadian tersebut. Dia menduga bahwa napi koruptor yang bisa menghubungi seorang Menko Polhukam pasti bukan orang sembarangan.

“Hebat ini koruptor bisa WA dengan jajaran paling tinggi sekelas Menko. Dapat dari mana itu nomor dan Pak Menko simpan juga kontak si koruptor. Aneh,” cuit Arie.[Brz]

Pos terkait