Wapres: Ulama dan Pesantren Harus Bertugas Jaga Umat dari Bahaya Covid-19

Wapres: Ulama dan Pesantren Harus Bertugas Jaga Umat dari Bahaya Covid-19
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin (kanan) didampingi Gubernur Riau Syamsuar (kiri) tiba di Kota Pekanbaru, Jumat (6/3/2020). Pada kunjungan kerja di Riau, Wapres KH Ma’ruf Amin menerima gelar kehormatan Bapak Ekonomi Syariah Indonesia dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, meresmikan pusat penelitian pengembangan kajian dan penerapan ekonomi syariah, dan meresmikan Masjid Paripurna. ANTARA FOTO/FB Anggoro/wsj.

IDTODAY.CO – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menegaskan peran penting pesantren dalam menciptakan ulama dan menyebarkan ilmu agama.

Akan tetapi, pesantren dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman dan mengatasi setiap tantangan yang dihadapinya. Atas dasar itulah, pesantren harus mampu menjadi agen perubahan dengan melahirkan orang-orang yang mampu melakukan perbaikan di setiap zaman.

Bacaan Lainnya

“Sekarang pesantren ini harus diberikan warna khusus, warna yang sesuai dengan tantangannya. Pesantren harus melahirkan orang-orang yang mampu melakukan upaya perbaikan sesuai dengan tantangannya, dengan zamannya,” kata Wapres Maruf Amin, dalam keterangannya, sebagaimana dikutip dari Beritasatu.com, Minggu (9/8/2020).

“Saat ini, dunia dan Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, dimana banyak dampak buruk telah dirasakan. Oleh karena itu, pesantren harus bertugas untuk menjaga umat dari bahaya buruk yang mengancam,” lanjut mantan Ketua MUI itu.

Lebih lanjut, ulama karismatik tersebut menegaskan bahwa menurut ajaran Islam, hukum menangkal bahaya itu adalah fardhu kifayah atau wajib dilakukan namun dapat diwakilkan.

Akan tetapi, apabila sampai menimbulkan bahaya yang lebih berat maka hukumnya akan naik menjadi fardhu ain dan tidak bisa diwakilkan.

“Bagaimana kita menangkal bahaya itu? Umat harus dijaga oleh kita sekalian,” urai Wapres.

Demikian juga, menurut wapres, pesantren berperan untuk menjaga cara berpikir umat terutama dalam upaya penanggulangan covid 19. menurutnya sampai saat ini masyarakat masih banyak yang belum mengindahkan bahaya yang mengintai akibat virus ganas tersebut.

“Inilah saya kira tugas kita sekarang menjaga umat ini selain akidahnya yang harus kita luruskan, juga menjaga umat daripada cara berpikirnya yang tidak sesuai dengan akidahnya. Kemudian juga amaliyahnya yang banyak tidak sesuai dengan akidahnya bahwa bahaya yang dihadapi umat sekarang yaitu bahaya Covid-19 dan bahaya ekonomi,” urainya.[beritasatu/brz/nu]

Pos terkait