Yakin Jokowi dan Ganjar Tak Ladeni Pigai, Henry Subiakto: Banyak Mudaratnya Layani Petualang Politik Tak Berguna

Henry Subiakto
Henry Subiakto. (Istimewa)

IDTODAY.CO – Guru besar FISIP Universitas Airlangga (Unair), Prof Henry Subiakto menilai Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah memiliki hak untuk mengadukan Natalius Pigai ke polisi.

Hal itu terkait tudingan Pigai bahwa Presiden Jokowi dan Ganjar sebagai orang Jawa Tengah telah merampok dan rasis terhadap rakyat papua.

“Pak Jokowi dan pak Ganjar punya hak hukum untuk mengadukan Pigai,” tulisnya di akun Twitter @henrysubiakto, Sabtu (2/10).

Baca Juga:  PKS: Datangkan Pekerja Asing, Pemerintah Buka Aib Kegagalan Kelola Kompetensi Pekerja Lokal

Namun, Henry meyakini kedua tokoh bangsa itu tidak bakal meladeni Pigai, apalagi mengambil langkah hukum.

Menurutnya, Jokowi dan Ganjar memilih tidak menggubris cuitan Pigai lantaran tidak ada manfaatnya.

“Karena walau benar dan akan menang, tapi tidak ada gunanya, lebih banyak mudarat melayani petualang politik tak berguna yang suka menuduh di medsos,” ujar Staf khusus Menkominfo itu.

Sebelumnya, Natalius Pigai mengajak masyarakat, terutama Papua, untuk tidak percaya kepada Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo. Pasalnya, eksploitasi tanah Papua dan ulah rasisme oleh mereka masih terjadi hingga saat ini.

Baca Juga:  Kasus Corona Masih Tinggi, Jokowi Minta Atasi Penyebaran di 3 Provinsi: Jatim, Sulsel, Kalsel

“Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan rasis, monyet & sampah,” cuit Pigai.

“Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan,” tegasnya.

Sumber: jitunews.com