Opini  

Lebaran Istimewa; Bahagia Dalam Dakwah, Semangat Raih Kemenangan

Lebaran Istimewa

Oleh: Tri Wahyuningsih, S.Pi (Pegiat Literasi & Media)

Lebaran live untuk pertama kalinya dihelat secara langsung dalam suasana penuh keistimewaan. Menampilkan penataan panggung digital dari sabang sampai Merauke yang tak kalah istimewa nya. Dan tak ketinggalan gema takbir dari 34 Provinsi Se-Indonesia, diselingi ucapan hari kemenangan serta pantun khas dengan Bahasa masing-masing daerah menambah keistimewaan lebaran digital ini.

Dengan mengusung tema The New Spirit Of Lebaran : “Bahagia Dalam Kemenangan, Semangat Dalam Dakwah”, serta menghadirkan dua orang tokoh besar yang sangat berpengaruh dalam dakwah Islam kaffah, Lebaran digital ini memang benar-benar menjadi semangat baru dari lebaran di tengah Pandemi Covid – 19 yang tak kunjung usai.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 wib ini dibanjiri puluhan ribu komentar positif para netizen dari berbagai Provinsi, yang sangat semangat dan antusias menyaksikan Lebaran live. Dalam sesi pertama, KH. Rokhmat S. Labib sebagai pembicara, beliau menyampaikan pesan Ramadan yang sangat menyejukkan. Bahwa tanda telah diterimanya amal Ramadan menurut Hasan Al Basri adalah banyak kebaikan setelahnya, sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Muhammad : 17 “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah akan menambah petunjuk kepada mereka dan menganugerahi ketakwaan kepada mereka.”

Baca Juga:  Meminta Presiden Mundur

Ketakwaan yang dimaksud dalam ayat ini dan ayat-ayat lainnya dalam Al-Qur’an ialah mengerjakan amal penuh ketaatan kepada Allah swt, atas dasar petunjuk Allah swt, dan senantiasa mengharap rahmat Allah swt. Dan meninggalkan segala kemaksiatan atas dasar rasa takut kepada Allah swt. Ketaatan dan tunduk kepada hukum-hukum Islam (Syariat Islam) secara mutlak. Karena syariat yang Allah swt turunkan bukan hanya mengatur ibadah, keluarga, pakaian dan perkara-perkara personal saja, tetapi secara lengkap syariat juga mengatur urusan masyarakat dan negara. Sebab, ketaatan individu ataupun masyarakat akan sempurna, jika ada Institusi negara yang menerapkan dan menegakkan syariat Islam secara kaffah dalam seluruh aspek Kehidupan. Yakni Institusi Negara Khilafah Islamiyyah.

KH. Rokhmat S. Labib juga menjelaskan bahwa manusia telah Allah berikan dua pilihan, jalan orang bertakwa atau jalan orang yang sesat. Maka, sebagai orang yang berakal sudah selayaknya memilih jalan orang bertakwa, istiqamah hingga kemenangan diraih melalui penerapan syariat Islam secara kaffah. Bukan malah memilih jalan yang penuh hawa nafsu, mengantarkan pada kesesatan dan hanya dilakukan oleh orang-orang yang enggan mengikuti perintah Allah swt. Naudzubillah.

Baca Juga:  Aksi Ditengah Pandemi Akibat Negara Abai Terhadap Hak-hak Buruh Pribumi

Kemudian, pesan Ramadan selanjutnya yang disampaikan oleh KH. M. Ismail Yusanto, beliau menjelaskan meskipun ramadan tahun ini harus dilalui kaum muslim di tengah pandemi covid-19, yang mengakibatkan kesulitan ekonomi diberbagai sektor, mulai dari pariwisata hingga moda transportasi, hingga ancaman kematian yang masih terus bertambah tentunya tak mudah melalui Ramadan tahun ini, seperti di tahun-tahun sebelumnya. Namun tetap kita tidak boleh berputus asa. Perlu ikhtyar guna meningkatkan kekuatan melawan Covid-19, seperti menjaga Kesehatan fisik, yakni dengan mengikuti protocol Kesehatan. Kekuatan ekonomi yakni saling tolong menolong menyelesaikan kesusahan saudara-saudara kita lainnya. Selanjutnya, kekuatan mental spiritual. Dan kekuatan ini dimiliki kaum muslim.

Melewati Ramadan ditengah pandemi ini, KH. M. Ismail Yusanto mengatakan bahwa ini salah satu keburuntungan bagi kaum muslimin, sebab melalui ramadan ini mental spiritual kita ditempa untuk kebiasaan baik, seperti tadarus, shalat malam dan amalan sunnah lainnya. Amalan baik ini hendaknya senantiasa dijaga dan terus dijalankan walaupun Ramadan telah berakhir. Sehingga ini akan menjadi kekuatan utama bagi kaum muslim untuk tetap kuat meski di tengah-tengah wabah. Meskipun fisik menurun, tapi semangat spiritual dan perjuangan tetap tak surut. Masya Allah.

Baca Juga:  Nasionalisme Adalah Sekat Atau Alat Pembelaan Terhadap Muslim Antar negara

Taat dan Takwa adalah satu-satunya pilihan yang harus diambil oleh Individu, Masyarakat hingga Negara, agar keberkahan hidup dapat diraih. Meninggalkan aturan-aturan hidup ala kapitalisme sekuler yang sekarang telah tampak kebobrokan dan kegagalannya dalam mengatur kehidupan manusia. Perekonomian global luluh lantak, nyawa manusia tak ada artinya, dan segala kerusakan lainnya yang tak terhitung banyaknya. Inilah Langkah yang harus diambil kaum muslim. Karena ketakwaan yang hakiki ialah menerapkan syariat Islam secara kaffah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah dan para Khalifah Rasyidin pasca hijrah ke Madinah. [Wallahu a’lam]