Opini  

Pendidikan Sebagai Sektor Intelektualitas Diri Manusia

Pendidikan Sebagai Sektor Intelektualitas Diri Manusia
Source: manjakan.com

Oleh : Zaitun

Pendidikan adalah sebuah sistem yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia dalam struktur pengembangan secara pengetahuan dan jati diri manusia. Dalam Bahasa inggris pendidikan disebut dengan education dan Bahasa arabnya dikenal dengan tarbiyah. Salah satu tokoh terkemuka di Indonesia mendefinisikan bahwa pendidikan adalah salah satu hal penting yang wajib dilakukan, hal ini bertujuan agar manusia mempunyai kepribadian yang baik dan memiliki wawasan yang luas.

Sebagaimana yang ada di Indonesia dalam sejarah pendidikan dimulai pada masa belanda menduduki Indonesia  pada jangka waktu berkisar 1900 yang mana belanda membentuk sekolah untuk pribumi sebagai suatu bentuk politik etis dari kebijakan yang dikembangkang oleh belanda waktu itu.

Adapun sekarang di indonesia sendiri tercatat beribu-ribu sekolah dari kalangan pendidikan anak usia dini sampai sekolah menengah atas, dan hal itu pun masih bisa dilanjutkan dengan perkuliahan yang sampai memiliki status doctoral.

Hal ini memberikan nilai positif bagi masyarakat Indonesia untuk tetap melanjutkan pendidikan dari masa kecil dan akhir waktu yang tidak ditentukan.

Kenapa demikian? Dalam pendidikan manusia dituntut untuk mencari ilmu, manusia dituntut untuk mencari sampai akhir hayat, sebagaimana yang telah disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad SAW.

Dengan begitu sudah jelas bahwa otoritas manusia yang tetap ingin mencari ilmu akan berlangsung sampai akhir hayatnya, hal ini memberikan suatu pemahaman bahwa dalam proses mencari ilmu sangat dianjurkan.

Kendati demikian tidak banyak manusia yang merasakan akan nikmatnya sebuah proses pendidikan, hal ini dikarenakan beberapa factor  yang menjadi sangat penting adalah dalam masalah biaya ekonomi.

Hal ini menjadi kendala bagi mereka yang pendapatannya sangat minim, dengan kata lain bagi seorang anak yang tidak memiliki kelebihan ekonomi mungkin sangat sulit untuk menikmati jenjang pendidikan.

Meskipun dari beberapa kelembagaan yang ada memberikan  beasiswa kepada para calon pencari ilmu untuk melanjutkan pendidikan dalam perkuliahan, namun tidak jarang dari beasiswa yang ada malah menjadi boomerang.

Melihat realita yang ada, kebanyakan dari manusia yang menginginkan untuk melanjutkan pendidikan bisa dibilang tidak terlalu banyak, mereka lebih memilih    untuk bekerja dan hal-hal lain.

Kecenderungan ini biasanya Diwali dengan ekonomi yang kurang maksimal, sehingga mereka tidak bisa melanjutkan jenjang pendidikan.

Hal paling penting dalam adanya pendidikan adalah bagaimana membentuk intelektulitas yang akan membentuk suatu pola pikir yang baik bagi kalangan generasi yang ada di Indonesia. Intelektualitas yang baik akan memompa sebuah peradaban yang sangat sederhana dan sangat baik dalam menjalani kehidupan.

Intelektualitas sendiri bermakna yaitu kecerdasan, kecerdasan disini bisa dilihat dengan bagaimana seorang manusia memahami akan pengetahuan yang bisa menjadi tangung jawabnya sebagai manusia, lantaran yang jelas sebuah kecerdasan tidak dapat terbentuk sendiri dari  manusia tersebut, lantaran kecerdasan hanya bisa di grow up dengan bagaimana dia berfikir dan dengan berfikir tersebut akan melahirkan tindakan.

Dalam hal tindakan tersebut manusia akan menempatkan sebuah pendidikan yang pernah dipelajari, atau dalam kata lain dengan adanya sebuah pendidikan manusia dapat membentuk pikiran yang akan bernilai positif atau dalam hal lain adalah dalam bentuk susila yang akan menjadi sebuah penilaian dari masyarakt atau temannya bahwa manusia tersebut memiliki sebingkai pendidikan yang bijaksana.

Kembali kepada kecerdasan jika melihat dari sisitim otak manusia yang terbagi menjadi otak kanan dan otak kiri, sebagai manusia yang memungkinkan lebih banyak aktifitas berpikir dari pada bergerak tentunya akan sangat bernilai ketika manusia focus pada apa yang dikehendalkinya.

Lantaran ada perbedaan yang mendasar dari seorang manusia dalam membentuk ambisinya hal ini bisa diketahui dengan melihat kecenderungan manakah yang digunakan manusia apakah dengan menggunakan otak kanan atau otak kirinya.

Adapun kategorisasi yang bisa dipaparkan adalah otak kanan biasanya cenderung dengan kreatifitas, seni dan music, gambar dan warna, dimensi, imajinasi, dan melamun. Sedangkan otak kiri biasa kecenderungannya yaitu Bahasa, angka, analisa, logika, urutan, hitungan, dan detail. Dan hasil akhir yang sangat memungkinkan antara keduanya yaitu jika otak kanan dengan ingatan jangka panjang dan otak kiri dengan ingatan jangka pendek.

Untuk hal itu dengan seorang manusia harus mampu menemukan kecenderungan lebih menggunakan otak yang mana agar mampu membentuk intelektualitasnya, dan hal ini juga akan mempengaruhi minat atau pelajaran yang disukai dalam dunia pendidikan.