Soal Wacana Pajak Sepeda, 6 Negara Ini Justru Beri Insentif Bagi Pesepeda

Soal Wacana Pajak Sepeda, 6 Negara Ini Justru Beri Insentif Bagi Pesepeda
Ilustrasi bersepeda untuk bekerja.(Shutterstock)

IDTODAY.CO – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi sudah membantah rumor tentang pajak sepeda. Namun demikian, ternyata rumor tersebut terus menjadi perbincangan karena memang pada masa lalu pajak sepeda pernah diberlakukan di Indonesia.

Kemenhub secara resmi menegaskan sedang fokus membahas regulasi tentang keselamatan bersepeda bukan tentang pajak. namun demikian kalangan pesepeda tetap merasa khawatir dengan rumor yang sempat beredar tersebut. Sebagaimana dikutip dari detik.com (1/7/2020).

Bacaan Lainnya

Saat ini, minimnya fasilitas dan jalur bagi para pesepeda membuat sejumlah kalangan menentang wacana pemberlakuan pajak karena menilai hal tersebut sangat tidak bijak.

Ditambah lagi fakta bersepeda merupakan gaya hidup sehat yang bahkan di beberapa negara sengaja dipromosikan dengan memberikan insentif terhadap para pesepeda sebagai promotor gaya hidup sehat untuk warga negara tersebut.

Disamping itu,  bersepeda tentu Memberikan manfaat baik bagi kesehatan dan lingkungan yang bebas dari polusi udara.

Berikut beberapa negara yang sangat bersahabat dan memberikan insentif bagi para pesepeda. Diantaranya sebagai berikut:

1. Prancis

Negeri menara Eiffeltersebut menjadi salah satu negara yang memberikan insentif cukup besar untuk para pesepeda. Tujuannya untuk menekan polusi udara terutama di saat pandemi seperti saat ini pemerintah Perancis lebih menyarankan warganya untuk menggunakan sepeda daripada transportasi umum.

Tak tanggung-tanggung mereka memberikan insentif dengan skema subsidi sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp 325 miliar. Rinciannya, Prancis akan memberikan bantuan uang sebesar 50 euro atau sekitar Rp 800 ribu kepada pesepeda untuk biaya perbaikan sepeda seperti mengganti ban atau rantai, setelah pembatasan dilonggarkan.

“Kami ingin ini menjadi periode baru untuk menuju budaya bersepeda,” tutur Menteri Lingkungan Hidup Prancis Elisabeth Born sebagaimana dikutip dari BBC.

2. Italia

Negeri pizza tersebut memberikan subsidi hingga 500 euro atau sekitar Rp 8 juta untuk membeli sepeda atau skuter.

Di masa pandemi covid-19, Menteri Transportasi Italia Paola De Micheli memberikan subsidi tersebut untuk menurunkan kurva penularan covid 19 melalui pengurangan penggunaan transportasi umum dengan memaksimalkan pengguna sepeda.

Bahkan, pemerintah tersebut akan memberlakukan undang-undang untuk memberikan kenyamanan bagi pesepeda dengan membuat 150 km jalur sepeda baru pada September depan.

3. Belanda

Pemerintah negeri kincir angin tersebut memberikan subsidi besar dengan membayar biaya warga yang mau bersepeda. Bahkan, negara tersebut memberikan investasi sebesar USD 390 juta atau Rp 5,6 triliun di tahun 2019 untuk infrastruktur bagi para pesepeda.

Negeri yang jumlah sepedanya melebihi jumlah penduduk tersebut memberikan kompensasi pajak sebesar USD 0,22 atau Rp 3.180 per kilometer sebagaimana dikutip dari dari World Economic Forum.

4. Salah satu pejabat di Filipina, Ronnie Ong, meminta negara tersebut untuk memberikan insentif bagi para pesepeda sebagaimana dilakukan negara-negara Eropa.

Tak tanggung-tanggung, usulan tersebut akan dimasukkan dalam UU sepeda. nantinya, para pesepeda tersebut akan mendapatkan kupon makanan atau tunjangan pajak.

5. Belgia

 400 ribu lebih warga Belgia sudah menerima kompensasi karena menggunakan sepeda untuk bekerja. Secara total, lebih dari 93 juta euro atau sekitar Rp 1,5 miliar dibayarkan.

Negeri tersebut memberlakukan pajak yang memberikan keuntungan bagi para pesepeda. Bahkan beberapa perusahaan menyediakan sepeda bagi karyawannya disamping juga mereka diberikan kompensasi hingga 0,24 euro atau sekitar Rp 3.246 per kilometer.

6. Selandia Baru

Sebuah perusahaan di Christchurch, wilayah bagian Selandia Baru, menawarkan bonus akhir tahun yang cukup menggiurkan bagi para karyawannya. Yakni, karyawan pesepeda yang pergi ke  tempat kerja akan menerima US$ 5 atau sekitar Rp 72 ribu setiap hari dan jika berlangsung selama setahun jumlah itu akan berlipat menjadi USD10 atau Rp 145 ribu

Bahkan, Menteri Transportasi Selandia Baru, Julie Anne Genter dadah menyiapkan jalur sepeda dengan dana sebesar USD 150 atau Rp 2 miliar.[detik/brz/nu]

Pos terkait