Innalillah, 10 Orang Hangus Terpanggang dalam Kebakaran di Matraman

Petugas mengevakuasi sejumlah jenazah korban tewas akibat kebakaran di permukiman padat penduduk Pisangan Baru III, Matraman, Jakarta, Kamis 25 Maret 2021 /ANTARA/Ho-Damkar Jaktim/

IDTODAY.CO – Kebakaran hebat di permukiman padat penduduk Jl. Pisangan Baru III RT.06/10, Matraman, Jakarta Timur, Kamis dini hari merenggut nyawa 10 orang.

“Objek yang terbakar rumah kontrakan lima pintu,” kata Kasi Operasional Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman beberapa jam pasca kejadian sebagaimana dikutip dari merdeka.com (27/3/21).

Baca Juga: Berdarah Dingin, Seorang Pria Bantai Muadzin karena kesal dengar Suara Adzan

Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk memadamkan api. Gatot menerangkan bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Menurut dia, berdasarkan keterangan warga di lokasi menyebutkan bahwa api sudah terlihat membesar.

“Saksi melihat api sudah menyala dengan besar, kemudian, para korban diduga terjebak ketika berusaha keluar menyelamatkan diri, bersama anak istri,” imbuh Gatot Sulaeman.

Salah satu korban selamat kebakaran di Jl. Pisangan Baru III, Matraman, Jakarta Timur, Nanang mengaku sempat menerobos kobaran api untuk menyelamatkan anak dan istri yang masih terjebak dalam musibah itu.

Baca Juga: Penderita Gangguan Jiwa Sebabkan Kebakaran Pabrik Pengolahan Fiber Glass di Bogor

“Saya sempat nyiram seember. Anak saya gotong, tapi istri masih di dalam. Saya masuk lagi terobos api, saya tarik istri saya,” ujar Nanang di lokasi.

Dia mengatakan saat itu dirinya terbangun karena mendengar teriakan kebakaran dari luar rumah kontrakannya. Kondisi saat itu api sudah mulai membesar dan membakar rumah kontrakan tetangga di sebelahnya.

“Di rumah tetangga itu api sudah keluar, di rumah saya belum,” terang Nanang.

Nanang mengatakan sudah berusaha menyelamatkan sepeda motor di parkiran. Akan tetapi, kondisi saat itu sangat tidak memungkinkan karena kobaran api terus membesar. Dia pun lebih memilih untuk menyelamatkan keluarganya terlebih dahulu.

Sementara itu, tetangganya yang berada di pojok gang buntu tidak bisa menyelamatkan diri karena kobaran api yang terus membesar.

“Yang pojok sebenarnya bisa keluar. Mungkin karena masih tidur nyenyak,” terang Nanang.

Baca Juga: Polisi Ringkus Penganiayaan Sopir Mobil Pick Up yang Viral di Medsos

Pos terkait