Kasihan, Puluhan WNI di Masjidil Haram Dapat Gaji Diluar Perjanjian

  • Whatsapp
Kasihan, Puluhan WNI di Masjidil Haram Dapat Gaji Diluar Perjanjian
Ternyata Banyak WNI Kerja di Masjidil Haram Mekkah, Gaji yang Didapat di Luar Dugaan/Youtube

IDTODAY.CO – Keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi jumlahnya tetap banyak meskipun tengah dilanda Pandemi Covid-19.

Hal tersebut diakui oleh salah satu WNI asal Lombok yang bekerja di Masjidil haram. Pengakuannya tersebut berhasil diabadikan oleh kamera salah satu YouTuber yang juga menetap di kota suci Mekkah, Faiz Slamet.

Seperti terlihat dalam tayangan unggahan saluran Youtube, dia mengatakan sekitar 20 orang WNI yang dikenalnya bekerja di Masjidil Haram.

“Sekitar dua puluh, ”ungkap WNI tersebut sebagaimana dikutip dari Merdeka.com (19/4/21).

“Oh banyak juga ya,” timpal Faiz Slamet.

Baca Juga: Anies Baswedan dipuji PBB disindir PDIP

Baca Juga:  Tak Tahan Ditinggal Istri Jadi TKW, Petani Ini Tega Cabuli Bocah 5 Tahun

Lebih lanjut Faiz bertanya tentang nominal gaji yang mereka dapatkan selama bekerja di Masjidil Haram. Sayangnya pertanyaan tersebut tidak dijawab secara gamblang..

Namun begitu tak disangka, gajinya begitu kecil untuk jumlah pekerja di Mekkah, Arab Saudi.

Pria yang sudah mengaku kerja selama 3 tahun itu mengatakan digaji sebesar 700 riyal atau sekitar Rp2,7 juta saja per bulan.

“Kalau gaji sih 700 riyal,” ungkap WNI tersebut.

“700 riyal ya,” timpal Faiz Slamet.

Nominal tersebut tambah menyesakkan, karena Sudah 3 bulan mereka tidak mendapatkan haknya tersebut lantaran satu permasalahan.

“Oh tiga bulan ini tidak digaji? Tapi itu macet apa nanti digaji atau gimana?,” tanya Faiz.

Baca Juga:  Tolak TKA China, Demonstran Lakukan Sweeping Kendaraan Keluar Bandara

“Digaji, tapi karena ada masalah di bawah kan kemarin itu (karena pandemi Covid 19),” ujar sang pekerja.

Kemudian, Faiz menanyakan perihal penawaran gaji yang mereka dapatkan apakah sudah sesuai dengan yang tertera pada PK (Perjanjian Kerja Tertulis). Apakah sebesar 700 riyal (Rp2,7 juta) atau tidak.

WNI tersebut menjawab dengan tegas bahwa PK-nya 1200 riyal.

“Kalau di PK sih 1200 riyal. Tapi pas sudah di sini dibikin PK baru ya itu 700,” katanya sembari tertawa.

“Masya Allah,” timpal Faiz.

Baca Juga: Gali Saluran Air, Warga Bondowoso Temukan Goa Penuh Harta Karun

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.