Pelaminan Kelabu, Santriwati Meninggal Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Pengantin meninggal satu jam sebelum pernikahan/theweek.in dan Facebook Ukhty Lisda Rianti

IDTODAY.CO – Kisah tragis harus dialami sepasang kekasih dalam menyambut hari bahagia penyatuan dua hati dalam suatu akad pernikahan. Momen bahagia tersebut sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk memberikan kesan mendalam ada semua pasang mata yang menghadiri acara.

Akan tetapi, semua rencana itu tinggallah kenangan belaka. Pasalnya, calon pengantin wanita terpaksa menghadap sang pencipta dan meninggalkan calon suami tercinta.

Baca Juga: Ajak Bayinya Jualan Cilok Demi Bertahan Hidup, Nasib Ibu Ini Bikin Terenyuh

Ya, wanita tersebut bernama umi Salama. Dia harus meninggalkan calon suami tercintanya, Muhammad Fadil seorang diri.

Tak ayal, jam yang semula direncanakan untuk melangsungkan akad berganti menjadi waktu pemakaman jenazah.

Kisah pilu tersebut menjadi viral setelah beredar video berdurasi 20 detik bertuliskan ‘Pelaminan Menjadi Keranda’.

Umi Salama, mempelai wanita di Pasuruan meninggal sebelum melangsungkan akad nikah.

Dilansir dari Detik.com, kejadian itu ternyata terjadi di Dusun Silorentek Barat, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis (25/3/2021) malam.

Video berdurasi 20 detik itu menunjukkan orang-orang yang sedang membawa keranda melewati warga. Jika diperhatikan, kita bisa melihat keranda hijau itu dibawa dari tenda pernikahan menuju ke pemakaman.

Baca Juga: Apakah Takdir Bisa Salah? Yuk Simak Penjelasan Da’i Muda Ini!

Bibi almarhumah Salama memberikan keterangan tentang kepergian keponakannya. Dia mengatakan bahwa Salama meninggal sore hari sebelum melaksanakan akad.

” Itu rencana akad nikah Kamis malam Jumat, habis isya. Tapi keponakan saya meninggal sore,” kata bibi almarhumah, Sabtu (27/3/2021), sebagaimana dikutip dari Detik.com.

Sementara itu, suasana di tempat di rumah duka masih terlihat suasana khas pernikahan dengan adanya persediaan kue-kue dan hidangan lainnya. Akan tetapi, semua hidangan tersebut harus beralih maksud menjadi hidangan untuk acara tahlilan.

Nurul Huda selaku ketua RT 5/RW 1 Desa Karanganyar menjelaskan bahwa Salama adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Dia adalah satu-satunya anak perempuan dalam keluarga tersebut.

Nurul menegaskan bahwa salah merupakan seorang santri yang telah lama belajar di pondok pesantren dan jarang pulang ke rumah.

” Selama ini almarhumah menuntut ilmu di pesantren. Jarang di rumah,” kata Nurul.

Nurul juga menceritakan bahwa Salama meninggal sekitar pukul 16.00 WIB, dan rencananya akad nikah akan diadakan pada pukul 19.00 WIB.

Sedangkan keluarga dari calon pengantin pria baru tiba di lokasi ketika menjelang acara pemakaman Umi Salama. Mereka pun terisak melihat nasib tragis yang menimpa keluarganya tersebut.

” Calon suami dan keluarganya tiba, beberapa saat dimakamkan. Semuanya menangis,” urai Nurul.

Baca Juga: Begal Payudara Kembali Berkeliaran, Cewek Pelayan Kafe Jadi Korban Pelecehan Seksual

Pos terkait