Pemuda Sukabumi Ditangkap Karena Berkata Kasar ke Polisi Saat Demo

Pemuda Sukabumi Ditangkap Karena Berkata Kasar ke Polisi Saat Demo
Pemuda Sukabumi ditangkap gegara hina polisi saat demo (Foto: Syahdan Alamsyah)

IDTODAY.CO – Video seorang pemuda mengaku asal Jampang (Sukabumi) berkata kasar kepada polisi di tengah aksi demonstrasi.

Di akhir video, pemuda itu juga mengaku berasal dari daerah Sunda, Jampang. Selain di aplikasi perpesanan, video itu juga terposting di media sosial, sebuah foto yang menampilkan wajah si pemuda lengkap dengan alamat asal pemuda itu juga tersebar.

Bacaan Lainnya

Dalam foto diketahui pemuda itu berasal dari Sukabumi, tepatnya dari Kampung Gandasoli, Cipurut, Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, pemuda tersebut menyampaikan umpatan.

“Polisi anj***, polisi anj*** etamah, naon pak teumawa nanaon aingah kalakah rek ngusir demokrasi pak ieu mah. Damai pak slow, enggak mawa naon-naon didieumah orang sunda aingmah orang jampang,” teriak pemuda tersebut. Sebagaimana dikutip dari detik.com (15/10/2020).

Dalam rekaman, pemuda itu mengumpat sambil melihat kamera, di belakangnya terlihat anggota kepolisian berjajar melakukan penjagaan. Seorang polisi terlihat mendekat menjauhkan pemuda tersebut dari lokasi tersebut.

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengungkapkan bahwa pemuda tersebut telah diamankan. Pelaku dibekuk oleh Tim Maung Hideung Polres Sukabumi Kota.

“Terkait video viral ujaran kebencian yang diarahkan ke kepolisian, kita sudah mengamankan seseorang yang berinisial RRM yang beralamat di Kecamatan Cireunghas. Kemudian kita sudah memintai keterangan dari yang bersangkutan,” kata Sumarni di Mapolres Sukabumi Kota.

Sumarni mengatakan bahwa pemuda itu membuat rekaman saat mengikuti aksi di Jakarta, soal alasan membuat video Sumarni mengatakan masih dalam pemeriksaan.

“Sesuai dengan keterangan yang bersangkutan dia menyampaikan kalimat-kalimat yang sesuai dengan isi dalam video tersebut pada saat yang bersangkutan melakukan aksi unjuk rasa yang terjadi di Jakarta,” pungkas Sumarni.[detik/aks/nu]

Pos terkait