Pria Bergamis Terlibat Cekcok Dengan Petugas PSBB, Ini Penjelasan Polda Jatim

  • Whatsapp
Pria Bergamis Terlibat Cekcok Dengan Petugas PSBB, Ini Penjelasan Polda Jatim
Tangkapan layar insiden antara pria bergamis dengan petugas PSBB Surabaya Raya/Repro

Polda Jatim membenarkan adanya video viral seorang pria bergamis cekcok dan bahkan sempat adu fisik dengan petugas gabungan check point saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya.

Dikatakan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, pria bergamis tersebut diduga adalah Habib Umar Assegaf, pengasuh Majelis Roudhotus Salaf, Bangil, Pasuruan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Cerita Haru, Wanita 25 tahun belum Pernah Bertemu Ayahnya Bikin Guyuran Air Mata Deras

“Itu peristiwanya benar, terjadi Rabu 20 Mei di Exit Tol Satelit Surabaya,” terangnya saat dikonfirmasi Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (21/5).

Dijelaskan Trunoyudo, peristiwa tersebut terjadi saat mobil yang ditumpangi Habib Umar Asegaf berplat nomor luar Surabaya Raya dihentikan oleh petugas gabungan PSBB untuk dilakukan pemeriksaan.

“Itu saat cek poin. Untuk semua kendaraan tentu menganut pada protokol kesehatan. Terutama plat luar L dan W, Surabaya dalam arti Surabaya Raya dan sekitar,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasihan, Lapaknya Sepi, Ibu Tua Ini Hanya Bisa Melongo Melihat Dagangan Sebelah Rame

Saat diperiksa, petugas mendapati sopir mobil tidak menggunakan masker dan jumlah penumpang dalam mobil melebihi dari ketentuan yang diatur dalam PSBB.

Selanjutnya, kata Trunoyudo, petugas melakukan tindakan persuasif namun justru mendapatkan sikap kontradiktif dari Habib Umar Asegaf.

“Yang bersangkutan emosional sepihak kemudian menimbulkan tindakan. Artinya dalam hal ini Polri menengahi, namun terus mendapatkan ujaran kemarahan dan emosional, kemudian timbulah tingkat perilaku itu seperti yang ada di video,” terangnya.

Baca Juga:  Amankan Pocong Palsu, Anggota Koramil: Si Pocong Terlihat Ketakutan

Dalam masa PSBB ini, lanjut Trunoyudo, pihaknya meminta agar masyarakat menghormati aturan yang telah dibuat. Petugas pun akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap plat nomor di luar L dan W.

“Akan dilakukan pengecekan terkait maksud dan tujuan kedatanganya ke Surabaya Raya. Ketika tidak memiliki tujuan tertentu yang dianggap lebih penting dari apa pun misal perlu obat atau beli obat, itu insidentil sifatnya. Kalau tidak diperlukan diputarbalikan oleh petugas cek poin,” tandasnya.

Baca Juga:  Habib Umar Assegaf Maafkan Satpol PP yang Nyaris Adu Pukul Dengannya

Selain itu, dalam masa pandemik Covid-19 ini, Trunoyudo berharap semua elemen masyarakat memahami dan memaklumi pentingnya kedisiplinan aturan protokol kesehatan untuk mencegah penularan corona.

“Aturan ini kan dibuat untuk menyelamatkan masyarakat. Semangat penegak hukum aparatur ini juga dalam rangka melindungi dan mengayomi masyarakat supaya patuh,” pungkasnya.

Diketahui, sebuah video berdurasi 1 menit 23 detik yang memperlihatkan seorang pria bergamis dan petugas terlibat cekcok hingga saling dorong viral di media sosial.

Baca Juga:  Warganet Kecewa Lihat Sopir Truk Tak Berikan Jalan ke Rombongan Alutsista TNI, Ini Alasannya!

Pria tersebut tampak tidak terima saat diberi peringatan petugas untuk mematuhi protokol PSBB.

Dalam tayangan tersebut, petugas mengingatkan bahwa penumpang mobil sedan Toyota Camry bernomor polisi N 1 B, dinilai melebihi kapasitas protokol PSBB dan sopir tidak menggunakan masker. Sehingga petugas memintanya untuk putar balik.

Namun dia menolak dan keukeuh melanjutkan perjalanan. Cekcok dan saling dorong hingga kontak fisik akhirnya tidak terhindari.

Baca Juga:  Toko Elektronik di Surabaya Terbakar, 4 Orang Tewas Terpanggang

Sumber: Rmol.id

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.