Tak Tahan Omongan Orang, Mahasiswa Calon Pendeta yang Bunuh Diri Tinggalkan Sepucuk Surat

Foto: Istimewa

IDTODAY.CO – Sepucuk surat ditinggalkan oleh Mahasiswa SS (23) calon pendeta yang ditemukan gantung diri di sebuah pondok di belakang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Silaoinan, Desa Taikako, Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat sekira pukul 08.30 WIb pagi kemaren.

Isi surat tersebut diungkapkan oleh Bilmar Sapalakkai salah satu jemaat GBI Silaoinan. intinya surat tersebut antara keduanya untuk tidak menjual rumah yang tidak pindah gereja.

Baca Juga: Menjijikkan, Dokter Berhasil Keluarkan Cacing Pita Terpanjang Dari Pantat Pria, Ukurannya Mengejutkan!

“SS merupakan orang yang ceria dan mudah bergaul, SS merupakan mahasiswa STT di Jakarta yang sekarang lagi PKL di GBI Silaoinan. Sebelum meninggal hari Senin (22/3) SS sempat menyemprot rumput di sekitar pekarangan GBI Silaoinan. Tapi apa masalah utama kenapa dia mau bunuh diri kita tidak tahu. Memang ada informasi kedua orang tuanya mau pindah ke Desa Matobe, dan mau menjual rumahnya di Dusun Trans Pumagirat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Okezone (25/3/2021).

Adapun isi surat tersebut ditulis sebagai berikut:

“Buat mama dan papa, yang kulakukan ini bukan yang terbaik ma, pa,tapi aku capek dengan semua ini ada banyak omongan orang, jadi aku minta ma, pa jangan pindah dari gereja ini dan jangan jual rumah kita. Ini HP buat bapa nanti diperbaiki”

Baca Juga: Durhaka, Anak Ini Tega Membakar Rumah Ayahnya Yang Sudah Renta dan Buta

Seperti berita sebelumnya, pendeta tersebut pertama kali ditemukan oleh tantenya Nasprita Saleleubaja (17) sekira pukul 08.30 WIB jika sedang mencari adanya di sekitar gereja tersebut.

Kata Nasprita, waktu ditemukan SS sudah tergantung di salah satu paran pondok di belakang Pastori GBI Silaoinan, melihat hal itu dia langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada warga di sekitar pastori.

“Awalnya saya mencari adik disana, dilihat pintu depan Pastori GBI Silaoinan tertutup, setelah diketuk beberapa kali tidak ada sautan dari dalam. Karena tidak ada sautan maka saya langsung buka pintu depan itu, setelah pintu terbuka saya melihat pintu belakang Pastori GBI Silaoinan terbuka, dan saya langsung ke belakang rumah, tiba-tiba saya melihat ada orang yang sedang tergantung, melihat hal itu saya langsung beritahu kepada orang lain bahwa ada orang yang lagi tergantung,” urainya.

Baca Juga: 3 HariTerjebak di Saluran Air Bawah Tanah, Perempuan Tanpa Busana Ditolong Setelah Tangisannya Terdengar

Pos terkait