Terjadi Longsor di Area Tambang Timah Bangka Belitung, 3 Penambang Ditemukan Tewas

Terjadi Longsor di Area Tambang Timah Bangka Belitung, 3 Penambang Ditemukan Tewas
Aktivita tambang timah Belitung Timur,(Foto: Bisnis.com)

IDTODAY.CO – Sebanyak 6 penambang timah di Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung (Babel) tertimbun tanah longsor. Tiga diantaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

“Tiga penambang berhasil ditemukan dan dievakuasi. Mereka ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan 3 penambang lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara, Sabtu (29/8). Sebagaimana dikutip dari detik.com (29/08/2020).

Bacaan Lainnya

Adapun identitas 3 korban yang ditemukan meninggal dunia adalah Heri (35) warga Lubuk Pabrik, Sugeng (34) warga Gedung Harapan Lampung Utara, dan Herry (30) warga C2 Desa Lubuk Pabrik.

Sedangkan identitas tiga korban yang belum ditemukan adalah Yanto (36) warga Gedung Harapan Lampung Utara, Aldi (26) warga Desa Batu Beriga, dan Dedi (28) warga Desa Lubuk Besar, Bangka Tengah.

Peristiwa longsor terjadi di area tambang timah di Sarang Ikan, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah itu terjadi pukul 13.00 WIB. Keenam korban tertimbun saat sedang beraktivitas mencari bijih timah.

“Info yang kita terima, satu dari 6 korban merupakan operator PC, jadi alat beratnya juga ikut tertimbun saat peristiwa tersebut,” kata Yudhi.

Sementara itu, Kepala Basarnas Babel, Fazzli, menjelaskan untuk mencari tiga korban yang masih tertimbun tanah longsor, pihaknya membuka Operasi SAR Gabungan yang melibatkan satu tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang, Polsek Lubuk Besar, Babinsa Lubuk Besar, aparat Desa Lubuk Besar, serta masyarakat sekitar tambang.

“Setelah berkordinasi dengan instansi terkait, kami tadi pukul 18.40 WIB memberangkatkan tim rescue dari Unit Siaga SAR Toboali dan tim rescue yang ada di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Pangkalpinang,” ujar Fazzli.[detik/aks/nu]

Pos terkait