Video Viral Mahasiswi di Palopo Diduga Dibaiat Aliran Sesat, Kemenag-Polisi Turun Tangan

  • Whatsapp
Video Viral Mahasiswi di Palopo Diduga Dibaiat Aliran Sesat, Kemenag-Polisi Turun Tangan
Foto: Tangkapan layar video viral mahasiswi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan dibaiat aliran sesat (dok. Istimewa).

IDTODAY.CO – Video viral mahasiswi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga dibaiat aliran sesat. tim dari Kementerian Agama Kota Polopo bersama pihak terkait lainnya seperti polisi hingga Kejaksaan tengah mengusut dugaan baiat aliran sesat tersebut.

“Kita sikapi dengan mengundang Polres, mengundang MUI, dan stakeholder terkait lainnya (kejaksaan),” kata Kepala Kementerian Agama Kota Palopo, Rusydi Hasyim. sebagaimana dikutip dari detik.com (16/11/2020).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Tak Terima Anaknya Dituduh Menghamili Istrinya Diluar Nikah, Antar Besan Duel Nyaris Tewas

Tampak dalam video tersebut, tampak seorang mahasiswi yang diminta mengikuti kata-kata yang diduga sebagai proses baiat. Rusydi mengatakan bahwa kata-kata dalam perjanjian baiat tersebut menyimpang dari ajaran Islam.

“Itu kan sumpah janjinya di situ, ada 3 poin di situ. Itu bahannya banyak beredar itu,” ujarnya

Rusydi menjelaskan, jumlah mahasiswi tersebut sebanyak 3 orang yang merupakan mahasiswi PPL. Menurut Rusydi, 3 mahasiswi yang diduga mengikuti proses baiat itu juga tengah melapor ke pihak berwenang.

Baca Juga:  Penasaran, Kilatan Cahaya dan Dentuman di Gunung Raung Bukan dari Latihan Tembak TNI AD

Saat diperiksa, mahasiswi tersebut mengaku ada kata-kata yang janggal dalam proses pembaiatan, sehingga mereka merekamnya.

“Itu artinya apa yang disampaikan itu berbeda sama apa yang dipahami selama ini, tidak sesuai ajaran Islam, pokoknya berbeda lah,” tutur Rusydi.

“Jadi karena ada yang janggal menurut mereka sehingga dia coba mem-video-kan. Setelah dia mem-video-kan dia konfirmasi lah ke dosen pembimbingnya,” imbuhnya.[detik/aks/nu]

Pos terkait

Tulis Komentar Anda di Sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.