Singgung Real Estate, Menhan Prabowo: Apakah Kita Bisa Makan Semen?

Prabowo
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan HUT ke 67 Kopassus di markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019).(Foto: KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)

IDTODAY.CO – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyoroti banyaknya pembangunan yang mengorbankan lahan pertanian. Padahal, jumlah pertumbuhan penduduk semakin hari makin meningkat. Sementara lahan pertanian terus menyusut karena masifnya alih fungsi lahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo ketika memberikan pidato dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan UGM secara virtual, pada Jumat (23/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam pidato berjudul ‘Dukungan Sektor Kehutanan untuk Kedaulatan Pangan Nasional’. Memberikan pertanyaan menukik terkait fenomena pembangunan akhir-akhir ini.

“Begitu banyak lahan untuk pertnian beralih menjadi realestate. Pertanyaannya adalah apakah kita bisa makan semen? apakah kita bisa makan beton?” kata Prabowo dikutip dari chanel Youtube Kehutanan UGM, sebagaimana dikutip dari Kompas.TV, pada Sabtu (24/10/2020).

“Untuk apa menara-menara apartemen dan real estate hebat-hebat kalau rakyat tidak bisa makan,” tanya Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengutip tesis Robert Malthus yang menyebut pertumbuhan penduduk cenderung melampaui ketersediaan makanan. Disebutkan, penduduk menurut Malthus tumbuh seperti deret ukur, sedangkan persediaan makanan bertambah seperti deret hitung.

Alhasil, Prabowo meminta semua pihak untuk mewujudkan kedaulatan pangan dalam negeri secara gotong royong.

“Ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan terutama kedaulatan pangan harus menjadi tekad bersama untuk kita wujudkan bersama-sama,” urainya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pentingnya mewujudkan ketahanan pangan. Karenanya, pihaknya meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

“Kedaulatan pangan nasional harus didukung juga oleh sumber daya lahan yang cukup, sumber daya manusia yang tangguh, serta dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi,” urai Prabowo.[kompas/brz/nu]

Pos terkait