Angkat Suara Tentang Reshuffle, PPP: Sia-Sia Beri Usul Jokowi soal Menteri Baru

Arsul Sani
Arsul Sani, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan. (Dok. DPR RI)

IDTODAY.CO – Arsul Sani, Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengungkap kebiasaan Presiden Jokowi dalam setiap momen reshuffle kabinet menteri di bawahnya.

Arsul mengatakan Presiden Jokowi biasanya telah memiliki pertimbangan dan keputusan sendiri untuk memilih jajaran menterinya. Kebiasaan tersebut membuat pertimbangan dari pihak luar biasanya akan ditolak.

“Jadi saya yakin kalau pun ada yang mencoba memberi masukan, mengusul-usulkan si A si B itu menurut saya kalau tidak seusai dengan apa yang ada di pikiran Pak Jokowi itu ya kesia-siaan saja,” ungkap Arsul kepada wartawan di kompleks parlemen, Selasa 16 November 2021, dikutip dari CNN.

Baca Juga:  Airlangga Hartarto Prediksi Peningkatan Ekonomi130 miliar dolar AS Pada 2025

Arsul mencontohkan pergantian Kapolri baru. Waktu itu, ia mengungkap banyak pihak yang mengusulkan nama pengganti Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Akan tetapi, Jokowi pada akhirnya tetap memilih Kepala Bareskrim Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Padahal kata Arsul, ia tak yakin kala itu Listyo ada yang mengusulkan.

Arsul berpendapat bahwa hal itu membuktikan bahwa Jokowi memegang hak prerogatif yang melekat pada jabatan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Baca Juga:  Soal Rencana Reshuffle Kabinet, Hensat: Saya Yakin Pak Jokowi Akan Melakukan Evaluasi

“Kita sudah menyaksikan sendiri soal Kapolri, yang diusulkan si ini si itu, tapi yang dipilih Pak Listyo Sigit, saya tidak yakin ada yang mengusulkan Pak Listyo,” ujar anggota Komisi III DPR itu.

Wacana kocok ulang kabinet kembali menguat seiring pergantian Panglima Baru dari Marsekal Hadi Tjahjanto ke KSAD Jenderal Andika Perkasa. Momentum itu bersamaan dengan masuknya PAN ke barisan koalisi pemerintah sejak awal September lalu.

Baca Juga:  JoMan Tetap Protes Tes PCR untuk Terbang Usai Masa Berlaku Jadi 3x24 Jam

Sumber: terkini.id