Beathor: Ada Menteri Korupsi Bansos dan Berbisnis PCR, Oligarki Istana Makin Kaya

Beathor: Ada Menteri Korupsi Bansos dan Berbisnis PCR, Oligarki Istana Makin Kaya
Beathor Suryadi (IST)

IDTODAY.CO – Oligarki Istana makin kaya atas kelakuan menteri korupsi bantuan sosial (bansos) dan berbisnis Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Uang rakyat diperas dua orang menteri agar oligarki istana semakin kaya,” kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) 2014-2019 Beathor Suryadi kepada www.suaranasional.com, Rabu (3/11/2021). “Kondisi ini semakin kejam,” ungkapnya.

Oligarki Istana makin kaya, kata Beathor, ada menteri yang terlibat korupsi bansos. “Uang negara untuk rakyat miskin agar bertahan hidup dikorupsi menteri,” jelas Beathor.

Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Agustinus Edy Kristianto mengungkapkan sejumlah nama menteri terafiliasi dengan bisnis tes Covid-19 baik PCR maupun Antigen.

Baca Juga:  Mahfud MD Sebut Indonesia Sedang di Ambang Resesi

Melalui akun facebooknya, Edy menyebut sejumlah nama yakni Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Kedua menteri ini diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan, isu tersebut sangat tendensius. Arya pun memaparkan sejumlah data-data tes PCR di Indonesia.

Baca Juga:  Memalukan, Oknum DPR Terang-Terangan Minta Jatah CSR BUMN

“Isu bahwa Pak Erick bermain (bisnis) tes PCR itu isunya sangat tendensius,” ujar Arya kepada Wartawan, Selasa (2/11/2021).

Arya juga menjelaskan, salah satu pemegang saham GSI adalah Yayasan Adaro. Dimana, Adaro hanya memiliki saham sebesar 6 persen. Di lain sisi, yayasan tersebut merupakan yayasan kemanusiaan.

Kemudian, Erick Thohir sejak diamanahkan menjadi Menteri BUMN, tidak lagi aktif untuk mengurusi bisnis dalam yayasan tersebut.

Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali.

Baca Juga:  Jokowi Sedih Dikerdilkan di Negara Sendiri, Demokrat: Karena Kegagalan Revolusi Mental

“Jadi bayangkan, GSI itu hanya 2,5 persen melakukan tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen. Jadi bisa dikatakan yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR,” tegas dia.

Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, membantah Luhut terlibat dalam bisnis tes PCR melalui perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI)

Sumber: suaranasional.com