Di Hadapan Tim Stranas PK, Airlangga Hartanto: Pencegahan Korupsi Jadi Hal Utama Dalam Transformasi Perekonomian

  • Bagikan
Airlangga Hartanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto/RMOL

IDTODAY.CO – Praktek korupsi dinilai terbukti menghambat laju investasi, pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto saat memberikan sambutan di acara peluncuran Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) 2021-2022 bertema “Cegah Korupsi Dari Hulu ke Hilir” melalui daring yang disiarkan akun YouTube KPK.

Menurut Airlangga, pemerintah selalu berkomitmen untuk memprioritaskan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dari hulu hingga ke hilir.

Baca Juga:  Tiga Kesalahan Boni Hargens Dan Isu Kudeta Pemerintahan Jokowi

Upaya tersebut meliputi penataan kebijakan dan regulasi, baik berupa instruksi ataupun arahan maupun peraturan perundang-undangan; perbaikan tata kelola pemerintahan; pembenahan proses pelayanan publik yang transparan dan akuntabel di bidang pengelolaan keuangan termasuk penyelamatan uang negara atau pun aset negara.

“Strategi nasional pencegahan dan pemberantasan korupsi merupakan rancangan strategi yang sangat penting karena memberikan acuan dalam melaksanakan aksi pencegahan korupsi di Indonesia oleh Kementerian/Lembaga pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah serta pemangku kepentingan lainnya,” ujar Airlangga seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (13/4).

Baca Juga:  Yusril Ihza: Kepala Daerah yang Dipilih Rakyat Hanya Bisa Diberhentikan Oleh...

Airlangga pun berharap, Stranas PK diharapkan menjadi arah kebijakan yang diimplementasikan seluruh organisasi pemangku kepentingan di Indonesia.

“Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turut mempunyai andil dalam mendukung strategi tersebut. UU Cipta Kerja mendukung proses perizinan yang transparan dan akuntabel. Demikian pula disektor perdagangan dengan tata niaga berbasis neraca komoditas,” kata Airlangga.

Sambungnya, upaya pencegahan korupsi di lingkungan tersebut menjadi penting karena praktek korupsi terbukti menghambat laju investasi, pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja.

Baca Juga:  Mendagri Keluarkan Instruksi Kepala Daerah Bisa Dicopot Jika Langgar Prokes, NasDem: Perlu Kita Apresiasi

Selain itu kata Ketua Umum Partai Golkar ini, kebijakan satu peta di lingkungan tata ruang juga menjadi fokus pemerintah dalam upaya pencegahan korupsi.

Karena, kebijakan satu pintu dapat memberikan kepastian yang terukur sebagai referensi dalam perencanaan pembangunan dan pelaksanaan kebijakan.

“Sampai dengan saat ini, kebijakan satu peta telah turut membantu penyelesaian konflik tumpang tindih, penguasaan lahan termasuk izin-izin di atasnya. Kemenko Perekonomian terus mendorong percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.

Baca Juga:  Herman Khaeron: Pemerintah Seperti Memandang Tidak Penting Riset Dan Teknologi

Tak hanya itu, masih kata Airlangga, pemerintah masih terus melakukan perbaikan perdagangan internasional dengan penyempurnaan tata kelola ekspor dan impor melalui sistem database yang akurat dan mutakhir.

Airlangga pun juga berharap bahwa dengan adanya UU Cipta Kerja, diharapkan memberikan andil dalam upaya pencegahan korupsi dan diharapkan untuk meningkatkan transparansi di sektor tata ruang pertanahan, penyederhanaan izin.

Selanjutnya di sekitar usaha dapat memberikan kepastian layanan dalam investasi, memudahkan UMKM untuk berusaha, peningkatan jaminan hukum bagi usaha dengan penerapan ultimum remedium yang berkaitan dengan saksi.

Baca Juga:  Bantah Isu MLB, Gus Yaqut: PKB Solid Dunia Akhirat

“Pemerintah mendorong tranformasi perekonomian nasional dengan harapan Indonesia mampu keluar dari middle income trap di tahun 2035. Pencegahan korupsi menjadi hal yang utama dalam tranformasi perekonomian tersebut,” pungkasnya.

Dalam acara ini, dihadiri langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko serta diikuti secara daring oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Baca Juga:  Politikus PDIP Tanggapi Relawan Jokowi Bersatu yang Laporkan Najwa Shihab: Lebay

Selanjutnya ada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Baca Juga: Lebih Pilih Bambang Brodjo Ketimbang Nadiem Makarim, Nasir Djamil: Jauh Lah, Enggak Bisa Dibandingkan

Sumber: rmol.id

  • Bagikan