Diungkit Fadli Zon Saat Sindir Jokowi Motoran, Begini Kondisi Banjir Sintang

Diungkit Fadli Zon Saat Sindir Jokowi Motoran, Begini Kondisi Banjir Sintang
Banjir di Kabupaten Sintang, Kalbar, sudah berlangsung selama 3 pekan. (Adi Saputro/detikcom)

IDTODAY.CO – Politikus Gerindra, Fadli Zon, menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjajal Sirkuit Mandalika di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Fadli mempertanyakan kapan Jokowi akan meninjau kondisi banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Fadli bahkan menyebut-nyebut banjir di Sintang belum surut dalam 3 pekan terakhir.

“Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sudah 3 minggu banjir belum surut,” tulis Fadli di akun Twitter pribadinya, @fadlizon, seperti dilihat, Sabtu (13/11/2021).

Berdasarkan catatan detikcom, berikut kondisi terkini soal banjir di Sintang:

Sintang Kebanjiran 3 Pekan
Lebih dari 3 pekan, banjir Sintang belum surut. Banjir awal terjadi pada Kamis (21/10).

“Sebanyak 12 kecamatan terdampak banjir yang sudah terjadi sejak Kamis pagi (21/10) atau sekitar lima pekan lalu. Banjir saat itu dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit air Kapuas dan Melawi meluap,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/11/2021).

Kondisi tinggi muka air (TMA) di Sintang terus mengalami naik-turun. Hingga Jumat (12/11) kemarin, masih ada daerah yang tergenang banjir hingga kedalaman 1 meter lebih.

3 Desa Belum Terima Logistik
Sebanyak tiga desa belum mendapatkan bantuan makanan hingga obat-obatan. Pagi ini, ketinggian air yang awalnya sempat surut sekitar 20 cm kembali naik sekitar 10 cm.

Kondisi ini disebabkan curah hujan dengan intensitas sedang sejak Kamis (11/11) tengah malam hingga Jumat pagi.

Baca Juga:  Tak Hadir Saat Mediasi, Pengacara Haris Azhar Sebut Luhut Tak Kirim Perwakilan Seorang Pun, Artinya..

Data korban banjir hingga warga yang mengungsi belum terdata dengan jelas, sehingga berimbas pada bantuan. Ada tiga desa yang belum mendapatkan pasokan bantuan logistik yaitu Desa Anggah Jaya, Desa Teluk Kelansam, dan Desa Tanjung Kelansam.

Kapolsek Sintang Kota, Iptu Sutikno mengungkapkan saat ini ada beberapa desa yang terparah terendam banjir dengan ketinggian air satu meter lebih.

Desa tersebut adalah Desa Tertung, di mana di desa ini seluruh KK terdampak banjir dan harus diungsikan. Termasuk di desa Angga Jaya, Desa Teluk Kelansam, Desa Tanjung Kelansam, dan Desa Mungguk Batok.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat, baik pengusaha, maupun partai politik dan juga rekanan yang lain yang telah membantu masyarakat baik berupa sembako, maupun obat-obatan secara gratis. Dan besok (Sabtu) organisasi masyarakat Tionghoa akan melaksanakannya pengobatan gratis yang letaknya di Mungguk Seratung pas di Water park,” kata Sutikno, Jumat (12/11).

12 Kecamatan dan 140.468 Warga Terdampak
Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sintang terdampak banjir. Ada 140 ribu lebih warga terdampak.

“Bencana banjir yang hingga kini masih melanda Kabupaten Sintang itu telah berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia,” kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (9/11).

Baca Juga:  Mahfud MD Ungkap Nama Obligor yang Sudah Lunasi Utang BLBI, Siapa Dia?

jembatan rusak berat, dan beberapa sarana prasarana lainnya juga terdampak.
2 Warga Sintang Meninggal
Banjir di Kabupaten Sintang menyebabkan 2 orang meninggal dunia. Kedua korban berada di dua kecamatan yang berbeda.

“Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai Sintang, Provinsi Kalimantan Barat,” kata Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, seperti dikutip Antara, Sabtu (6/11).

Abdul menyebut banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan tinggi air sekitar 300 sentimeter dari permukaan tanah.

Sintang Masih Berstatus Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Sintang telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Sintang selama 30 hari terhitung mulai tanggal 13 Oktober hingga 16 November 2021 mendatang. Tercatat ada 140 ribu lebih warga yang terkena dampak banjir tersebut.

“Bencana banjir yang hingga kini masih melanda Kabupaten Sintang itu telah berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir tersebut dan 2 warga dilaporkan meninggal dunia,” kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (9/11).

BPBD Kabupaten Sintang mencatat ada 32 titik pengungsian, tetapi lebih banyak warga yang memilih mengungsi ke tempat saudara masing-masing.

Bantuan Gratis Pemkab Sintang

Pemkab Sintang mengimbau warganya agar tetap menjaga kesehatan. Pemkab Sintang menyediakan layanan pengobatan gratis untuk warga.

“Kami menggratiskan seluruh warga terdampak apabila ada yang mau berobat. Jadi yang meninggal dunia ada dua orang, itu karena tenggelam dan kena stroke. Jadi saya anjurkan masyarakat Sintang janganlah berlama-lama di air. Untuk kondisi air, selain penyakit, ada juga binatang berbisa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh, Rabu (10/11/2021).

Baca Juga:  Kecam RUU HIP, Rachmawati: Sekarang Untuk Apa Bikin UU Lagi ?

Sementara itu, Polri dan BPBD menyiapkan truk tronton untuk membantu masyarakat menyeberangi genangan air. Jasa truk tronton tersebut digratiskan bagi warga dengan kendaraan mobil atau motor.

Gubernur Usir 20 Pengusaha Sawit

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengusir 20 pengusaha sawit karena tak mau membantu penanganan banjir. Sutarmidji marah karena pihak perusahaan sawit hanya mengirimkan perwakilan yang tidak bisa mengambil keputusan terkait sikap perusahaan.

“Kemarin saya undang 20-an perusahaan perkebunan sawit untuk membantu saudara kita yang terdampak banjir, tapi mereka enak aja jawab. Perusahaan mereka tidak di lokasi banjir, harus minta persetujuan atasan dan lain-lain, kesal saya ya saya usir aja,” tulis Sutarmidji dalam akun Facebooknya, Rabu (10/11/2021).

Sutarmidji menilai pihak perusahaan sawit tidak peduli terhadap masyarakat yang terdampak banjir. Dia menilai perkebunan sawit punya andil terhadap terjadinya banjir di Kalbar.

“Mereka ini tidak punya hati, sangat kurang peduli dengan masyarakat. Yang menderita mungkin akibat ulah mereka. Kalau mereka tidak peduli dengan masyarakat Kalbar, ya saya juga nggak peduli mereka ada atau tidak di Kalbar,” ujarnya.

Sumber: detik.com