Dua Tahun Jokowi-Maruf, Keberadaan Buzzer Semakin Kontraproduktif

Dua Tahun Jokowi-Maruf, Keberadaan Buzzer Semakin Kontraproduktif
Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto/Net

IDTODAY.CO – Selama dua tahun kepemimpinan Joko Widodo-Maruf Amin, keberadaan para pendengung di media sosial atau buzzer semakin kontraproduktif saat membela pemerintah.

Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto mengatakan bahwa keberadaan buzzer atau influencer tidak bisa lagi dianggap sebagai alat yang efektif.

“Awalnya mereka (buzzer) banyak berperan untuk menyerang masyarakat sipil yang kritis terhadap kekuasaan, kini mereka mulai terlihat kontraproduktif ketika membela pemerintah,” ujar Satyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (18/10).

Baca Juga:  Ade Armando: Sebagai Pendukung Jokowi, Saya Harus Menyampaikan Isu Pemakzulan Presiden Kepada Publik

Disebut kontraproduktif lantaran pembelaan yang dilakukan para buzzer justru membuat pemerintah tersudut. Pemerintah dianggap tidak berpihak para rakyat karena para buzzer membabi buta menyerang semua pihak yang melancarkan kritik.

“Apa yang mereka (buzzer) lakukan justru kerap menjadi serangan balik untuk pemerintah,” pungkas Satyo.

Sumber: rmol.id