Dunia Berlomba Selamatkan Ekonomi, Indonesia Malah Sibuk Mikirin Ibukota Baru dan Radikalisme

Andi Arief
Andi Arief

IDTODAY.CO – Kondisi ekonomi global sedang tidak dalam baik-baik saja. Dalam waktu dekat krisis besar pun akan dihadapi dunia.

Hal itu ditandai dari gejolak perang dagang antara China dan Amerika Serikat belum berakhir. Keadaan seperti ini diperparah dengan dampak negatif wabah covid-19 atau virus corona baru yang berhasil melumpuhkan perekonomian global.

Politisi Partai Demokrat Andi Arief berpendapat “Dunia sedang menghadapi potensi krisis besar melebihi 2008,” Sebagaimana dilansir dari RMOL.ID (10/03/2020).

Baca Juga:  PDIP: Pemerintah Harus Fokus Pada Penanganan COVID-19, Bukan Kartu Prakerja Yang Kurang Signifikan

Ketidak pastian global seperti ini, katanya, maka lazim bagi semua negara untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka memastikan ekonomi selamat sehingga rakyat terlindungi dari krisis. Namun demikian, kata Andi Arief, hal berbeda justru terjadi di Indonesia. Pemerintah tidak tegas dalam mengantisipasi datangnya krisis. Sebaliknya, pemerintah justru terjebak pada hal-hal yang tidak substantif dalam melindungi rakyat.

“Pemerintah Indonesia hanya memikirkan ibu kota baru dan Omnibus law serta radikalisme. Betul-betul nggak nyambung,” demikian tutp Andi Arief

Baca Juga:  Politisi Demokrat: Anies Baswedan Pemimpin Yang Merajut Tenun Kebangsaan, Bukan yang Merobek Untuk Kekuasaan

Editor: AKSY