Fadli Zon Khawatir Indonesia Target Operasi Intelijen Internasional Lewat Penindakan Terorisme Berbau Agama

Fadli Zon Khawatir Indonesia Target Operasi Intelijen Internasional Lewat Penindakan Terorisme Berbau Agama
Densus 88 Antiteror Polri tengah menggelandang terduga teroris/Net

IDTODAY.CO – Dalam UU 5/2018 tentang Terorisme dijelaskan bahwa definisi terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Baca Juga:  Kemenag Akan Gelar Sidang Istbat Penetapan 1 Dzulhijjah Pada 21 Juli Mendatang

Demikian dijelaskan anggota DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon dalam acara Catatan Demokrasi bertajuk “Densus 88 Dituding Islamofobia” Selasa malam (12/11).

Menurut Fadli, dengan definisi terorisme sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang, sama sekali tidak tertuju pada kelompok tertentu.

Oleh sebabnya, mantan Wakil Ketua DPR RI ini khawatir Indonesia menjadi korban dari operasi-operasi internasional melalui jaringan intelijen untuk memporakporandakan persatuan bangsa lewat isu agama dan menjadikan rakyat sebagai etalase dalam kerja kontra teroris.

Baca Juga:  Banjir Dukungan, Sebanyal 141 Pengacara Siap Bela Said Didu, Ada Eks Menteri hingga Mantan Pimpinan KPK

“Sementara mereka sendiri sekarang ini sudah mulai meninggalkan,” imbuhnya.

Menurut Fadli, penindakan terorisme di Indonesia saat ini dianggap menyudutkan umat Islam di Indonesia, dan mengganggu persatuan bangsa lantaran klaim terorisme selalu tertuju pada pemeluk agama Islam.

“Islam kita sudah moderat,”demikian Fadli Zon.

Sumber: rmol.id