Ganjar Peringati Hari Pahlawan di Desa Terpencil, Christ Wamea: Kerjanya Cuma Pencitraan

Ganjar Pranowo
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah dan kader PDIP/ YouTube Ganjar Pranowo

IDTODAY.CO – Pegiat media sosial, Christ Wamea menyindir Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang memperingati Hari Pahlawan dengan mengadakan upacara di desa terpencil.

Christ Wamea mengatakan bahwa politisi PDI Perjuangan ini hanya melakukan pencitraan.

“Ganjar itu kerjanya cuma pencitraan saja,” kata Christ Wamea melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 10 November 2021.

Dilansir dari Kompas, Ganjar Pranowo memperingati Hari Pahlawan dengan menggelar upacara di wilayah terpencil Kabupaten Blora.

Upacara itu tepatnya digelar di Lapangan Sendang, Dukuh Weru, Desa Temurejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.

Tempat tersebut dipilih karena merupakan tempat bersemayam seorang pejuang perempuan bernama Pocut Meurah Intan alias Singa Betina dari Aceh.

Baca Juga:  Politikus PKS Pertanyakan Keberanian KPK Periksa Luhut dan Erick Thohir

Bersama mahasiswa, Ganjar Pranowo menggelar upacara di sebuah tempat kecil yang dikelilingi persawahan.

“Di tempat ini, bersemayam jenazah pejuang dari Aceh. Pocut Meurah Intan, yang orang sini biasa memanggil Mbah Cut,” kata Ganjar Pranowo.

“Warga sini telah merawat makam beliau. Ini membuktikan, kepahlawanan tidak memandang apa sukunya, rasnya maupun agamanya. Selagi berjuang untuk Indonesia Raya, mereka adalah pahlawan kita,” sambungnya.

Dalam upacara tersebut, Ganjar memberikan apresiasi kepada masyarakat setempat yang sudah merawat makam Pocut Meurah Intan dengan baik.

Baca Juga:  Mahfud MD: Habib Rizieq Shihab Ingin Pulang ke Indonesia Tapi Tidak Mau Dideportasi

Bukan hanya itu, hormat juga ia sampaikan kepada masyarakat Makassar yang telah merawat makam Pangeran Diponegoro, masyarakat Sumedang yang merawat makam Cut Nyak Dien, dan masyarakat Minahasa yang merawat makam Tuanku Imam Bonjol.

“Penghormatan tinggi juga kita sampaikan pada saudara kita di Afrika Selatan yang menghormati dan merawat makam Syekh Yusuf dari Goa Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Menurut Ganjar, Peringatan Hari Pahlawan adalah momentum bagi bangsa untuk melihat lebih luas samudera perjuangan bangsa.

Ia menyinggung bahwa ribuan pertempuran telah dijalani dan jutaan pahlawan telah gugur demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Kita yang menikmati rasanya merdeka ini, terus dan akan tetap berdiri di atas tulang, darah bahkan air mata mereka. Tidak ada alasan bagi kita untuk main-main, apalagi mempermainkan Keindonesiaan kita,” ungkapya.

Baca Juga:  Pakar UNJ: Elit Politik Mesti Mengambil Langkah-langkah Penting Secara Konstitusional

Tak luput, Ganjar Pranowo juga mengajak seluruh anak bangsa untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Menurutnya, perjuangan saat ini lebih berat dibandingkan para pahlawan terdahulu.

“Setiap zaman punya tantangan dan persoalan sendiri. Ayo kita buktikan, bahwa darah dan air mata pejuang yang jatuh ke tanah tidak percuma. Duka dan lara dari ribuan pertempuran para pendahulu kita, tidak sia-sia,” kata Ganjar Pranowo.

Sumber: terkini.id