Gatot Nurmantyo Samakan Pemerintahan Jokowi dengan VOC

Gatot Nurmantyo Samakan Pemerintahan Jokowi dengan VOC
Presiden Jokowi menyaksikan Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) 2017 di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, 19 Mei 2017. Puspen TNI/Tempo.co

IDTODAY.CO – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyamakan masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti zaman penjajahan Belanda.

Hal tersebut dikarenakan pemerintah dan DPR justru berpihak pada kepentingan segelintir kaum elit yang sama sekali tidak dirasakan oleh rakyat.

“Negeri ini diproklamasikan bukan untuk memanjakan segelintir orang kaya, kalau begini sama saja kita merdeka tapi masih ada VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), ini permasalahanya,” kata Gatot, dalam webinar “7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Ekonomi Meroket atau Nyungsep?” pada Rabu (20/10/2021).

Baca Juga:  Ketokohan Amien Rais Diuji, Mampukah Bawa Suara Muhammadiyah ke Partai Ummat

Gatot menyoroti orang-orang kaya di Indonesia yang justru menjadi lebih kaya pada masa Pandemi Covid-19, sementara rakyat terus berjuang hidup.

“Jumlah orang super kaya Indonesia dengan kekayaan lebih dari US$100 juta atau Rp1,4 triliun jumlahnya naik 22,29 persen dari tahun 2019, ini sangat luar biasa, kondisi ini sangat kontras dan ironis,” ujarnya.

Selain itu, Mantan Panglima TNI itu menyebut utang negara yang semakin menebal tidak bisa dianggap enteng karena akan menjadi beban bagi anak-cucu kelak.

Baca Juga:  Ketua PA 212 Balas Wagub DKI: Kami Ingin Reuni 212 Sukses Tanpa Ekses

“Saya ingatkan, jangan remehkan bahaya dari utang-utang negara saat ini, beban cicilan utang negara yang membengkak dapat membuat rakyat lebih miskin,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah dan DPR harus lebih menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat golongan bawah dan menengah dalam membuat kebijakan dan undang-undang.

“Undang-undang dalam bidang ekonomi termasuk regulasi perpajakan, pertanian, kehutanan, dan sumber daya alam harus berpihak pada golongan bawah dan menengah,” tutur dia.

Baca Juga:  Digaji Pakai Uang Rakyat, Staf Khusus Presiden Sebar Hoaks Deteksi Corona

Sumber: kabar24