Guntur Romli: Apa Harus Rumahnya Kena Bom Dulu Baru Percaya Terorisme?

Guntur Romli: Apa Harus Rumahnya Kena Bom Dulu Baru Percaya Terorisme?
Amien Rais/ YouTube Amien Rais Official

IDTODAY.CO – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli melontarkan sindiran keras kepada pihak-pihak yang tak mempercayai adanya teroris di Indonesia.

“Apakah harus rumahnya kena bom dulu, baru percaya ada terorisme?” katanya melalui akun Twitter @GunRomli pada Minggu, 17 Oktober 2021.

Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan berita soal pelaku Bom Bali 1, Ali Imron yang disebut pernah meminta izin meledakkan bom di rumah Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais.

Adapun hal itu diungkapkan oleh Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Profesor Hermawan Sulistyo.

Menurutnya, pernyataan itu disampaikan Ali Imron saat ia melakukan wawancara untuk kali pertama dengan napiter itu.

Baca Juga:  Denny Siregar Protes Pemerintah: Orang-orang Sudah Divaksin, Buat Apa Tes-tes Berbayar Lagi?

Pada pertemuan itu, kata Hermawan, Ali bertanya apakah masih terdapat orang yang tidak percaya bahwa kelompoknya bisa membuat bom.

“Waktu saya wawancarai pertama kali itu, Ali Imron bilang, Pak apa masih ada orang-orang yang tidak percaya kami yang bikin, kami yang ngebom?” katanya pada Kamis, 14 Oktober 2021, dilansir dari CNN Indonesia.

Merespons pertanyaan Ali Imron, Hermawan menjawab bahwa masih banyak orang yang tidak percaya.

“Ya mana orang percaya kamu orang Tenggulun, Desa di Lamongan, desa miskin di Lamongan, mana punya kemampuan,” ujarnya.

Baca Juga:  Ngotot Gelar Pilkada Saat Corona, Fahira Idris Khawatir Tahapan Maupun Hasilnya Tidak Maksimal

Mendengar jawaban itu, Ali Imron lantas meminta agar ia diizinkan melakukan demonstrasi membuat bom dan diledakkan di halaman Polda Metro Jaya.

“Kalau masih kurang, bapak kasih tahu alamat rumahnya Amien Rais saya mau ledakkan di rumahnya boleh enggak? Supaya orang percaya. Ini omongannya Ali Imron,” ucap Hermawan.

Sebagaimana diketahui, aksi teror Bom Bali 1 menewaskan 202 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang luka-luka dilakukan dengan menggunakan bom dengan bobot sekitar 1 ton.

Teror itu didalangi oleh anggota Jemaah Islamiyah (JI) yang pernah mendapatkan pendidikan militer di Afghanistan pada kurun 1985-1989.

Baca Juga:  Wapres Maruf Amin Minta Maaf Karena Sulit Tangani Covid-19, Natalius Pigai: Jokowi Sudah Tidak Mampu Pimpin Indonesia

Para anggota JI itu antara lain, Dulmatin, Amrozi, Ali Imron, Imam Samudera, dan lainnya.

Namun, saat penyidikan berlangsung, Amien Rais meragukan Amrozi CS bisa membuat bom dengan daya ledak seperti bom nuklir mini.

“Pertanyaannya sekarang apakah Amrozi dengan pendidikan hanya setingkat Aliyah (SMU) bisa secerdas itu membuat bom berdaya ledak hebat yang menimbulkan korban manusia yang hanya bisa ditandingi oleh peristiwa runtuhnya menara kembar WTC tanggal 11 September tahun lalu,” kata Amien kepada koran Tempo pada November 2003 silam.

Sumber: terkini.id