Haikal Hassan Nekat Temui Jozeph Paul Zang, “Sayang Manusia Ini Sudah Kabur ke Hongkong”

  • Bagikan
Ustadz Haikal Hassan
Ustadz Haikal Hassan.(pojoksatu.id)

IDTODAY.CO – Ustadz Haikal Hassan mengaku sudah sampai ke rumah Jozeph Paul Zhang. Tapi Haikal tak jumpa karena Jozeph ini ternyata sudah ke Hongkong sejak 2018.

Viral video Jozeph Paul Zang yang menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW, memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat dan ormas Islam di Indonesia.

Jozeph Paul Zang juga mengaku sebagai nabi ke-26.

Ustad Haikal Hassan atau Babe Haikal terlihat geram sehingga nekat mendatangi rumah Jozeph Paul Zhang.

Baca Juga:  Akademisi: RUU HIP Memiliki Potensi Timbulnya Konflik Antarnorma

“Sudah sampai ke rumah Joseph Paul Zhang. Sayang manusia ini sudah kabur melalui Hongkong sejak 2018,” kata Haikal Hassan melalui akun Twitter @haikal_hassan, Sabtu malam (17/4).

Menurut Haikal, jenis manusia seperti Jozeph Paul Zhang ini merusak. Dan tak sesuai dengan ajaran agama Kristen.

“Padahal tidak satupun ayat dalam Injil yang menyuruh menghina. Tapi dari mulutnya terus menghina Islam,” katanya lagi.

Baca Juga: Kondisi Keuangan Defisit, PKS Desak Pemerintah Batalkan Rencana Pindah Ibukota

Baca Juga:  IPW Sebut Presiden Jokowi Akan Mereshuffle 18 Menteri Usai Panglima TNI Diganti

“Jangan terpancing. Abaikan. Kita tunggu sampai dia balik,” tegas Haikal Hassan.

Seperti diketahui, video Jozeph Paul Zhang yang melecehkan agama Islam viral di media sosial.

Pelecehan itu disampaikan Jozeph dalam forum diskusi via zoom bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’ yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya.

Sebagai YouTuber, Jozeph menyadari bahwa ucapannya berpotensi dilaporkan ke polisi.

Meski begitu, Jozeph menyatakan tidak gentar. Dia menyebut laporan ke polisi merupakan resiko pekerjaan sebagai seorang youtuber.

Baca Juga:  Beda Perlakuan Jokowi Pada Buruh dan Para Cukong

“Gua udah bilang sama juga, ada beberapa teman kan cerita yang youtubers youtubers yang diancam-ancam, gua bilang ini kan resiko kerjaan,” ucap Jozeph, dikuti Pojoksatu.id dari akun YuouTube miliknya, Jozeph Paul Zhang, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Jozeph, bagi seorang youtuber, potensi salah ucap itu cukup besar, sehingga konsekuensinya masuk penjara atau mati.

“Kalau menjadi youtubers segera tampil, kita salah ngomong apa, itu sudah resiko kerjaan,” ucapnya.

“Jadi kalau sudah resiko kerjaan, kita kan sudah tahu resikonya, kalau tidak masuk penjara, ya mati,” tambah Jozeph.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Diri dan Proses Revolusi Rohani

Ia mengingatkan kepada para youtuber agar membagikan nomor rekeningnya saat masuk penjara.

“Kalau masuk penjara, jangan lupa kasih nomor rekening. Kita nanti siarkan di sini nomor rekeningnya supaya kalian di penjara bisa melipir, kita support uangnya di sini,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Jozeph Paul Zhang diduga melecehkan agama Islam. Ia menantang warga untuk melaporkannya ke polisi.

Pria berkacamata itu diduga melecehkan Islam saat menjadi pembicara bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’ dalam forum via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya.

Baca Juga:  Abdullah Hehamahua Menyebut Bertemu Jokowi Layaknya Musa mendatangi Firaun, Begini Komentar PA 212

“Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Ha-ha-ha. Gubrak gubrak,” ucap Joseph.

Dalam forum diskusi tersebut Jozeph Paul Zhang mengaku sebagai nabi ke-26.

Ia mebuka sayembara untuk siapa saja yang berani melaporkannya ke polisi karena menista agama Islam.

“Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama,” katanya.

Baca Juga:  Pernyataan Mencla-mencle Pemerintah Berpotensi Timbulkan Distrust Dari Masyarakat

“Nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah,” tambah Jozep.

Jozeph Paul Zhang mengatakan akan memberikan hadiah uang Rp1 juta kepada setiap pelapor.

“Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta,” katanya.

Baca Juga:  Jokowi: Covid-19 Masih Ada dan Nyata, Tetap Ingat dan Waspada

Jozeph menyarankan agar laporan dibuat di wilayah polres berbeda.

“Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta,” tandas Jozeph Paul Zhang.

Kegeraman ormas Islam dan berbagai elemen masyarakat memang muncul usai video Jozeph Paul Zhang ini viral di media sosial, salah satunya Ustad Haikal Hassan.

Baca Juga: Said Didu: Tidak Logis Kalau Hilangnya Pelajaran Pancasila Di PP 57/2021 Karena Lupa

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan