Ini Syarat Nasdem kepada Golkar jika Ingin Berkoalisi di Pilpres 2024

Ahmad Ali
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali (Istimewa)

IDTODAY.CO – Partai Golkar mengajak partai-partai pecahan Golkar untuk membangun satu koalisi di Pilpres 2024 mendatang. Sehingga bisa membangun satu kekuatan baru.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali mengaku terbuka untuk bisa membangun koalisi dengan partai berlogo pohon beringin tersebut. Namun dia tidak ingin koalisi terbangun dengan syarat mendukung Airlangga Hartarto menjadi capres.

“Bersatu di 2024 untuk kepentingan siapa? Kepentingan Golkar atau kepentingan bangsa?. Nah itu masalahnya jangan mengimbau berkumpul alumni Golkar tapi memberikan syarat Ketua Umum Golkar harus jadi presiden. Ya itu bukan kepentingan bangsa, itu kepentingan Golkar,” ujar Ali di Gedung DPR, Jakarta (26/10).

Baca Juga:  Kata Ketua HMI, Ulah Ahok Membuktikan Pejabat Kita Tidak Punya Kode Etik Partnership

Ali justru menawarkan kepada Partai Golkar bergabung bersama membentuk konvensi yang akan dijalankan Partai Nasdem pada 2023 nanti. Sehingga konvensi tersebut nantinya bisa merekrut tokoh-tokoh potensial untuk diusung menjadi capres. “Kalau mau kita kan Nasdem menawarkan, ayo kita berkoalisi lebih awal, kita bukan, kita open, yang kemudian melakukan rekrutmen calon presiden,” katanya.

Ali menuturkan, kalau memang untuk kepentingan bangsa Indonesia. Maka cara terbaik adalah bekerja sama dengan Patai Nasdem melalui jalur konvensi perekrutan capres untuk Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga:  Ustadz Yusuf Mansur Doakan Golkar Menang Pilpres dan Pilkada 2024

“Nasdem berani menawarkan kepada partai politik yang betul-betul jujur melihat kepentingan bangsa. Ayo Nasdem, kami terbuka berkoalisi dengan siapa saja, kemudian kita bersama-sama mencari calon presidennya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengajak partai-partai pecahan Golkar untuk membangun satu koalisi untuk Pilpres 2024. “Jadi siapa saja kita masih terbuka ya apalagi kita pernah memang punya sejarah bersama misalnya dengan partai-partai tadi dulu pernah bersama sama di Golkar,” kata Doli.

Baca Juga:  Natalius Pigai: Jokowi Gagal Tertibkan Mahfud MD

Sumber: jawapos.com