Jangan Gaduh, LaNyalla Mattalitti Percaya Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet Sesuai Kebutuhan

  • Whatsapp
Jangan Gaduh, LaNyalla Mattalitti Percaya Presiden Jokowi Reshuffle Kabinet Sesuai Kebutuhan
Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti ziarah ke makam Syaikhona Kholil, di Bangkalan Madura/RMOL

IDTODAY.CO – Presiden Joko Widodo diminta untuk segera menentukan dan mengangkat menteri baru sesuai kebutuhan negara dalam memerangi kontraksi ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19.

“Orientasinya adalah bagaimana perekonomian kita dapat segera bangkit dari keterpurukan imbas pandemi Covid-19 ini,” ujar Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam masa resesnya di Madura, Jawa Timur, Senin (19/4).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Kritik Kerja Nadiem Makarim, Marzuki Alie: Kuota Internet Mahal, Guru Dan Dosen Tidak Siap

LaNyalla meminta semua pihak tidak membuat gaduh dengan keputusan yang diambil oleh presiden. Pada saat sama, ia juga berpesan kepada presiden untuk segera menggunakan hak prerogatifnya dalam memilih pembantunya di pemerintahan.

“Kita memerlukan konsentrasi penuh dalam pemulihan perekonomian nasional. Jadi sedapat mungkin presiden menghindari membuat keputusan yang dapat mengundang kontroversi agar tak timbul kegaduhan,” katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu menilai, siapapun yang akan mengisi kabinet nantinya, yang terpenting adalah memiliki kualifikasi dan mampu menjalankan misi pembangunan, serta membawa kemajuan bangsa.

Baca Juga:  Komisi IX DPR Mengaku Sangat Kecewa Dengan Kebijakan Presiden Jokowi, Ini Alasannya!

“Figur menteri yang akan mengisi kabinet nanti sebaiknya adalah sosok yang bisa mempersatukan setiap komponen bangsa,” tutur Senator Dapil Jawa Timur tersebut.

Seperti diketahui, kocok ulang atau reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang sebelumnya didengungkan belum juga diumumkan. Reshuffle awalnya diyakini akan diumumkan Presiden Joko Widodo pekan lalu.

Sejumlah informasi dan prediksi menguap ke publik perihal reshuffle jilid II. Dari inisial anggota kabinet yang bakal direshuffle hingga partai oposisi yang diyakini bakal dirangkul menjadi koalisi menjadi isu hangat.

Baca Juga:  Diksi 'Tsaurah' Dalam Rilis yang Dikeluarkan FPI Jadi Polemik, Slamet Ma'arif Jelaskan Maksudnya

Baca Juga: Arief Poyuono: Menkominfo Kok Enggak Berani Tegur XL Axiata, Ada Apa?

Sumber: rmol.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.