Jawab Sindiran Hasto, Doli Kurnia: Calon Presiden Partai Golkar Adalah Kader Internal

Airlangga Hartarto
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/RMOL

IDTODAY.CO – Partai Golkar tegaskan akan mengusung kader internal dalam pertarungan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 mendatang.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, merespon sindiran Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

“Kami sudah mengambil keputusan resmi terkait Pilpres. Keharusan untuk mengajukan capres dari kader asli sendiri pada Pemilu 2024, dan itu diputuskan pada Munas 2019 lalu,” kata Doli kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (13/11).

Baca Juga:  Bamsoet: TNI Wajib Bantu Tangani Covid-19 dan Resesi Ekonomi

Usai Munas, kata Doli Kurnia, Partai Golkar menggelar rapat dan memutuskan bahwa kader internal yang akan diusung sebagai calon presiden adalah Airlangga Hartarto yang menjabat Ketua Umum Partai Golkar.

“Maret 2021 lalu, kami sudah putuskan juga bahwa kader yang akan kami calonkan sebagai capres adalah Airlangga Hartarto, yang adalah kader terbaik kami saat ini,” katanya.

Meski begitu, kata dia, Partai Golkar tidak menutup diri dari partai politik atau tokoh lain yang ingin bergabung dalam satu koalisi.

Baca Juga:  Menteri Inisial M Bakal Diganti, Pengamat Sebut Nama Moeldoko

“Bahwa ada tokoh lain, partai politik lain ingin memberikan dukungan atau mau bersama-sama mendukung agenda Golkar, kami sangat membuka diri dan dengan senang hati menerimanya,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto memberikan sindiran pada pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurdin Halid yang menyatakan membuka pintu bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Dikatakan Hasto, pernyataan Nurdin adalah tanda putus asa dalam mencari figur sampai berkeinginan membajak Ganjar yang merupakan kader PDIP.

Baca Juga:  Kecam Pelaporan Farid Gaban, AJI Indonesia: PSI Harus Periksa Muannas Alaidid

“Apa yang ditawarkan oleh salah satu elite Golkar tersebut, yakni Bung Nurdin Halid, barangkali menggambarkan keputusasaan setelah berulang kali membujuk Ganjar Pranowo, namun Bung Ganjar tidak tertarik,” ujar Hasto Kristiyanto.

“Dan setiap kali ditanya terkait persoalan capres-cawapres, Bung Ganjar lebih memilih kerja untuk rakyat menangani pandemi,” sambungnya.

Sumber: rmol.id